Habib Salim Asy-Syathiri: Orang Mati Butuh Orang Hidup, Doakan dan Ziarahi Kuburnya

Habib Salim Asy-Syathiri: Orang Mati Butuh Orang Hidup, Doakan dan Ziarahi Kuburnya


MusliModerat.net - Habib Salim bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri adalah seorang pemuka para ulama di Tarim Hadhramaut Yaman. Kedalaman dan kepakaran beliau dalam segala ilmu telah disepakati banyak ulama, hingga sebuah gelar prestisius diberikan kepada beliau, yakni, Sulthonul ‘Ilmi. Nasihat-nasihat yang beliau berikan sangat dahsyat, menggugah hati-hati yang terlelap, dan menyinarinya dengan cahaya Nabawi, khas seorang pewaris Nabi. Kerugian yang besar jika nasihat hebat beliau ini kita lewatkan:

من عزّ مصابا كأنّ له مثله أجره

“Siapa yang bertakziyah kepada orang yang tertimpa musibah, dia akan mendapat pahala seperti orang yang terkena musibah tersebut.”

Orang yang bernasab pada orang saleh akan mendapat manfaat dari keturunannya tersebut:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ

“Dan orang-orang yang beriman, yang keturunan-keturunan mereka mengikuti keimanan mereka, akan Kami golongakan bersama mereka.” (QS. ath-Thur ayat 21)

Seperti diceritakan dalam surat al-Kahfi, dimana Nabi Musa As. Diperintah oleh Nabi Khidhir As. untuk membangun sebuah rumah yang orangtua dari anak yang rumahnya dibangun tersebut adalah orang saleh. Ahli tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud orang saleh itu adalah orangtua dari nasab ke-7 di atas mereka.

Ada orang yang menganggap bahwa tahlilan adalah bid’ah. Mereka adalah orang-orang yang salah tapi merasa benar. Mereka tidak melaksanakan apa yang dikerjakan oleh kakek-kakek mereka. Mereka membaca al-Fatihah ketika salat Jenazah tapi menentang pembacaan al-Fatihah untuk mayit.

Apa yang dilakukan pada waktu salat Jenazah bertentangan dengan yang dikatakannya. Misal pembacaan al-Fatihah untuk mayit adalah sesuatu yang dilarang, pasti Allah akan melarang pembacaan al-Fatihah pada saat salat Jenazah!

Dikisahkan seorang sahabat bernama Sa’ad berkata, “Ya Rasulallah, aku mempunyai ibu yang sudah meninggal, seandainya dia hidup pasti dia akan bersedekah.”

Lalu Rasulullah bersabda, “Bersedekahlah untuknya!”

Sa’ad mempunyai sumur dan  sumur tersebut disedekahkan untuk kaum Muslimin atas nama ibunya yang sudah meninggal dunia. Sedekah dan membaca al-Quran untuk orang yang sudah meninggal adalah sesuatu yang disepakati para ulama bahwa hal itu akan bermanfaat untuk si mayit.

Berziarahkuburlah:

لو لا أهل الدنيا لهلك أهل القبور

“Bila tidak ada penghuni dunia maka akan celaka penghuni kubur.”

 Hendaknya bertakziyah kepada saudaramu, karena:

كما تدين تدان

“Semua orang juga butuh diziarahi suatu saat nanti.”

Tulislah wasiat! Dalam hadits dikatakan bahwa orang yang meninggal dan  tidak menulis wasiat maka diumpamakan meninggal dalam keadaan jahiliyah, cacat di mata Allah dan bisu. Orang-orang yang meninggal saling mengunjungi, tapi orang yang tidak menulis wasiat tidak bisa berbicara dengan yang lain. Perbaikilah keadaan kita, agar di akhir hidup kita dikenang dengan baik.

(Disarikan dari ceramah Habib Salim asy-Syathiri di kediaman Alm. Habib Abdullah bin Idrus Assegaf Surabaya, pada Selasa 9 November 2014, oleh Na’am Qalby Ma’ak).

Sumber:  pustakamuhibbin.club

Baca juga:

Apa Komentar anda?