Jumat, 09 Februari 2018

Gus Mus: Agama Itu Memudahkan, Bukan Mempersulit

MusliModerat.net - Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi yang memiliki sifat mempermudah urusan orang lain, tidak mempersulitnya. Bahkan dalam sebuah Hadist, Rasulullah berpesan; yassiru wa la tu’assiru yakni permudahlah, jangan engkau persulit.

Penegasan ini disampaikan Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin KH A Mustofa Bisri pada pengajian yang digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri Jawa Tengah, Selasa (6/2).

“Nabi Muhammad adalah manusia yang pandai memanusiakan manusia. Tidak mempersulit orang lain, malah memudahkan,” tutur Gus Mus, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dijelaskan Gus Mus bahwa beragama itu bukan menjadikan sulit seseorang, tetapi justru menjadikan mudah. Jika sulit dan tidak dapat dipraktikkan oleh orang yang beragam tingkat pemahamannya, maka itu bukan dari Nabi Muhammad SAW, lanjutnya.

“Beragama itu enteng dan mengikuti Nabi Muhammad SAW itu paling gampang dan menuju kebahagiaan surgawi,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Gus Mus juga mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas segala karunia yang diberikan 
Allah SWT. Menurutnya bersyukur itu tidak cukup dengan membaca hamdalah saja, tetapi juga dengan menggunakan pemberian Allah sesuai peruntukannya.

“Kita mesti bersyukur, atas ke Maha Semau Gue-Nya Allah yang telah memilih kita menjadi umat moderat, bersyukur telah dilahirkan di Indonesia yang subur dan kaya sumber daya alam,” katanya di hadapan ribuan hadirin. (Ajie Najmuddin/Ibnu Nawawi)
Gus Mus: Agama Itu Memudahkan, Bukan Mempersulit
Wonogiri, NU Online
Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi yang memiliki sifat mempermudah urusan orang lain, tidak mempersulitnya. Bahkan dalam sebuah Hadist, Rasulullah berpesan; yassiru wa la tu’assiru yakni permudahlah, jangan engkau persulit.

Penegasan ini disampaikan Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin KH A Mustofa Bisri pada pengajian yang digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri Jawa Tengah, Selasa (6/2).

“Nabi Muhammad adalah manusia yang pandai memanusiakan manusia. Tidak mempersulit orang lain, malah memudahkan,” tutur Gus Mus, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut dijelaskan Gus Mus bahwa beragama itu bukan menjadikan sulit seseorang, tetapi justru menjadikan mudah. Jika sulit dan tidak dapat dipraktikkan oleh orang yang beragam tingkat pemahamannya, maka itu bukan dari Nabi Muhammad SAW, lanjutnya.

“Beragama itu enteng dan mengikuti Nabi Muhammad SAW itu paling gampang dan menuju kebahagiaan surgawi,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Gus Mus juga mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas segala karunia yang diberikan 
Allah SWT. Menurutnya bersyukur itu tidak cukup dengan membaca hamdalah saja, tetapi juga dengan menggunakan pemberian Allah sesuai peruntukannya.

“Kita mesti bersyukur, atas ke Maha Semau Gue-Nya Allah yang telah memilih kita menjadi umat moderat, bersyukur telah dilahirkan di Indonesia yang subur dan kaya sumber daya alam,” katanya di hadapan ribuan hadirin. (Ajie Najmuddin/Ibnu Nawawi/NU Online)

Advertisement

Advertisement