Akhlak Umara, Jokowi Berjalan Membungkuk Dihadapan Para Ulama

Akhlak Umara, Jokowi Berjalan Membungkuk Dihadapan Para Ulama

Dishare dari Serambimata

MusliModerat.net -  Sebuah video saat Presiden Joko Widodo merunduk sambil merendahkan badan dan tangannya khas santri ketika berjalan melewati para Kiai, Gubernur bahkan politisi beredar luas di media sosial. Video tersebut dengan cepat beredar di Facebook, WhatsApp hingga youtube.


Sikap sang Presiden yang ditunjukkannya saat ia menuju podium untuk menyampaikan amanat, menuai pujian meskipun tak sedikit yang tetap menudingnya sebagai kepalsuan dan pencitraan. Sikap yang dinilai tak biasa dilakukan oleh sekaliber Presiden justru membuat banyak orang merenung dan introspeksi. Bila seorang Presiden saja tak segan bersikap sopan layaknya seorang santri kepada guru-gurunya atau kepada yang lebih tua, lalu kita yang bukan siapa-siapa mengapa justru kerap terlalu berbangga hingga mengabaikan norma dan etika.

Saya yang berada tak terlalu jauh dari panggung, dapat menyaksikan langsung momen-momen penting itu. Para santri dan alumni terkesima, termasuk sebagian tokoh dan Kiai yang duduk di sekitar saya.

“Ya Allah, cek sopanna pak Jokowi, buru sateya engkok nangale presiden engak reyah (Ya Allah, sopan sekali pak Jokowi, baru sekarang saya melihat presiden seperti ini)”, KH. Abdullah Faqih berbisik di dekat saya, saat menyaksikan Jokowi merunduk merendahkan badannya di hadapan guru-guru saya.

Tak berhenti sampai disitu, di akhir acara, usai menuruni panggung, sang Presiden tak langsung menuju pengawalan ke kendaraan, ia masih sempatkan menuju para Kiai, santri dan alumni untuk berpamitan dengan senyumnya yang terus mengembang.

Saya pun hanya terpana memandangnya dalam kekaguman, sebelum akhirnya ikut berdesakan berebut bersalaman sambil berucap “terimakasih pak Presiden Jokowi untuk pelajaran hari ini”.


Situbondo, 3 Februari 2018
Haul Majemuk Para Masyayikh Ponpes Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Berikut Videonya :



Baca juga:

Bagaimana Menyikapi Habib Bahar?

Bagaimana Menyikapi Habib Bahar?

Apa Komentar anda?