Senin, 08 Januari 2018

Pertamina: Kabar Harga Pertalite Rp 77 ribu Per Liter di Papua adalah Hoax

MusliModerat.net - Sebuah kabar mengejutkan muncul di media sosial. Kabar tersebut berupa harga bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di atas batas kewajaran.
Hal itu diketahui dari sebuah postingan akun Facebook bernama Rudy Aditya. Dalam postingannya, dirinya melampirkan gambar struk BBM pembelian di sebuah SPBU Pertamina, Jl. Abepura Kotaraja, Jayapura dengan kode 84.991.06.
Dalam struk yang diunggah, harga pertalite mencapai Rp 77.700 per liter. Namun, struk tersebut telah diedit sedemikian rupa, sebab harga aslinya hanya Rp 7.700 per liter.
Struk pembelian BBM yang telah diedit untuk menyebarkan hoax
Struk pembelian BBM yang telah diedit untuk menyebarkan hoax
Tercatat, dalam struk tersebut pembelian dilakukan tanggal 17 Desember 2017 pukul 12.29 WIT. Postingan tersebut juga di kirimkan ke dalam sebuah grup bernama "Pendukung Prabowo Subianto Menuju RI 1".
"Kata Jokowi BBM di Papua sekarang sudah sama di Jawa, tapi buktinya Jokowi bohong," kata dia dalam postingannya.
Menanggapi hal tersebut, VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan jika postingan tersebut hanya hoax saja.
"Nggak bener itu. Hoax beritanya," kata Adiatma saat dikonfirmasi oleh JawaPos.com, Sabtu (6/1).
Meski demikian, dirinya mengakui jika di wilayah Jayapura Pertamina telah memasarkan berbagai produk bahan bakar minyak. Namun, ihwal isu harga Pertalite yang mencapai Rp 77 ribu per liter hanya kebohongan belaka.
"Iya ada (Pertalite), tapi postingan itu bohong," tegasnya.
Perlu diketahui, kebijakan BBM satu harga merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2017 lalu. Sasaran dari kebijakan itu adalah menyeragamkan harga BBM di wilayah 3 T (tertinggal, terdepan, terluar).
Beleid itu juga telah diatur melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan Secara Nasional.
Jenis BBM yang diatur untuk program tersebut adalah minyak solar 48 (Gas Oil) dan minyak tanah serta BBM Khusus Penugasan (JBKP) yaitu bensin (Gasoline) RON 88 atau setara premium.
Tahun 2017 lalu, ditargetkan 50 SPBU sudah terbangun di sejumlah wilayah. Pertamina pun juga telah menganggarkan dana sebesar Rp 800 miliar di tahun tersebut. Ditargetkan pada 2019 mendatang BBM satu harga sudah terealisasi di 150 titik.

Sumber: Jawapos.com
Advertisement

Advertisement