KHM Syafi‘i Hadzami : Ustad yang Suka Marah-marah Pertanda Ngajinya Kurang

KHM Syafi‘i Hadzami : Ustad yang Suka Marah-marah Pertanda Ngajinya Kurang

MusliModerat.net - KH Suripno menyampaikan pesan yang sering diulang-ulang oleh KHM Syafi‘i Hadzami sewaktu hidupnya di hadapan seratus lebih jamaah Haul ke-12 KHM Syafi‘i Hadzami. Kiai Suripno mengatakan bahwa santri harus ngaji sampai kenyang agar tidak menjadi ustadz tanggung.

Demikian disampaikan KH Suripno dalam Haul ke-12 KHM Syafi‘i Hadzami, Jalan KHM Syafi‘i Hadzami, Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (30/12) malam.

Kiai Suripno menambahkan, santri harus puas mengaji. Kalau sudah mengajar sekalipun dan dipanggil “ustadz” oleh masyarakat, mengaji kitab kuning kepada guru-guru harus terus dilakukan.

“'Rip, ente ngaji biar kenyang. Orang kalau kurang kenyang bawaannya marah-marah.' Ini pesan muallim. Orang bilang kalau kagak kenyang ‘musang-masing.’ Makanya banyak ustadz sekarang pada sering marah,” kata Kiai Suripno yang mengaji kepada almarhum KHM Syafi‘i Hadzami sejak tahun 1970-an hingga wafatnya pada 2006.

Di hadapan murid-murid almarhum dan jamaah haul, Kiai Suripno mengapresiasi istiqamah almarhum KHM Syafi‘i Hadzami dalam belajar mengaji dan mengajar ngaji. Meskipun sudah mengajar, ia masih tetap berguru kepada Habib Ali bin Husein Al-Atthas.

“Saya mengikuti ke mana muallim ngajar ngaji. Hanya saya kagak dapat ilmu. Saya hanya dapat nasihat. Kemurahan hati muallim seperti angin. Angin itu siapa saja orang dapat. Muallim kalau masih bisa mengerjakan kerjaannya sendiri meskipun berat, ia akan lakukan sendiri. Ketika beras turun dari becak, dia pikul sendiri saat muallim dulu di Kepu masih buka warung,” kata Kiai Suripno.

Ia juga menceritakan karamah muallim KHM Syafi‘i Hadzami. Waktu tinggal di Kepu, Senen, almarhum memelihara banyak burung. Itu burung berisik. “Tapi herannya, kalau muallim lagi ngajar ngaji di rumahnya, burung pada berhenti bunyi. Kagak ada yang bersuara. Ngajinya waktu itu Kitab Rahmatul Ummah pinggir Mizan Sya'rani dan Kitab Muhadzdzab,” kata Kiai Suripno.

Sebagaimana diketahui, almarhum KHM Syafi‘i Hadzami bertempat tinggal di Kebayoran Lama Utara sejak tahun 1975. Sebelumnya almarhum KHM Syafi‘i Hadzami sekeluarga tinggal di Senen. Almarhum KHM Syafi‘i Hadzami pernah menjadi Ketua MUI DKI Jakarta dan Rais Syuriyah PBNU 1994-1999 M. (Alhafiz K/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?