Selasa, 30 Januari 2018

Jika Kepulangan Habib Rizieq Diganggu, Eggi: Jangan Salahkan Kami jika Terjadi Keributan

MusliModerat.net - Setelah hampir setahun berada di Mekah, Arab Saudi, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dikabarkan akan kembali ke Indonesia pada 21 Februari 2018 mendatang.

Kabar bahagia bagi simpatisan Rizieq itu, disampaikan oleh Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif. Ia menyebut, pihaknya akan mengadakan acara penyambutan Rizieq di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Bahkan untuk mengurus segala urusan mengenai penyambutan kepulangan Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu, Persaudaraan Alumni 212membentuk tim yang diketuai oleh Eggy Sudjana.

“21 Februari 2018 (Habib Rizieq pulang), kami Alumni 212 dan simpatisan 212 dari berbagai daerah akan adakan acara penyambutan kedatangan kepulangan HRS di Bandara



Soekarno-Hatta,” kata Slamet dalam konferensi pers yang digelar di Tebet, Jakarta, Sabtu (27/1/2018).

Sementara itu menurut Eggi Sudjana, ada sekitar 5 juta massa yang akan menyambut kedatangan Habib Rizieq. “Estimasi 5 juta simpatisan Habib Rizieq bakal menjemput kepulangannya di bandara,” jelas Eggy.

Dengan jutaan massa tersebut, Eggy berharap tidak ada upaya dari aparat untuk menangkap atau menahan Rizieq. Hal ini untuk mencegah terjadinya keributan di bandara.

“Kami ingin membawa pesan perdamaian. (Rizieq Shihab) Pulang disambut dengan baik, jangan ditahan. Kalau ditahan konsekuensinya pasti ada keributan. Pasti itu. Kalau mereka menghalangi berarti mereka yang mulai. Bahasa Jakarta loe jual gue beli,” tegas Eggi.

Pasalnya, lanjut Eggy, apabila ada keributan maka pihak bandara yang akan merugi sekitar Rp9 triliun. Dan kalau sampai itu terjadi, Eggy mengaku pihaknya tidak akan bertanggungjawab.

“Ada banyak jutaan orang. Bandara satu hari tutup itu bisa merugi sekitar Rp 9 triliun. Kalau itu terjadi, jangan salahkan kami. Kami sudah imbau satu bulan. Imam kami mau pulang, nih. Jangan diganggu,” tegas Eggy.

Karenanya, untuk kebaikan bersama, kuasa hukum Rizieq itiu meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan aparat kepolisian untuk tidak menahan kliennya saat kembali ke tanah air.

“Maka saya langsung imbaunya Presiden, janganlah memerintahkan pihak kepolisian atau elemen lainnya untuk mengganggu kepulangan Habib,” jelas Eggy.

“Jadi kita sekarang meminta dengan hormat, kepada Presiden, sudahlah Rizieq kan anak bangsa, juga rakyatnya Jokowi, juga Jokowi presiden kita. Mari kita membangun bangsa ini dengan baik, pasti kontraproduktif kalau kita ribut di antara kita,” tandasnya.[suaraislam.co]
Advertisement

Advertisement