Minggu, 21 Januari 2018

Jika Iran Tidak Siap, Indonesia Siap Membangun dan Memindahkan Makam Imam Ghazali

MusliModerat.net - Seminar Imam al-Ghazali diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada 19-20 Januari 2018, dihadiri oleh beberapa ulama besar dari dalam dan luar negeri. Sejumlah tokoh seperti Gubenur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin juga berkesempatan hadir dan memberikan pandangannya tentang terselenggaranya seminar tersebut.

“Dengan seminar ini kita berharap apa yang diajarkan Imam al-Ghazali tentang bagaimana menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama bisa kembali menggelora. Yang dampaknya akan timbul perdamaian dan cinta kasih seperti yang diajarkan beliau,” tutur KH. Ma’ruf Amin dalam sambutannya.

KH Ma’ruf Amin juga menyatakan Indonesia merupakan salah satu contoh daerah atau wilayah atau negara yang mentauladani ajaran Imam Al-Ghazali. “Kalau ditanya daerah atau negara yang mengamalkan apa yang diajarkan Imam al-Ghazali, ya jawabannya adalah Indonesia. Karena Indonesia dengan beragam etnis, suku, budaya dan agama mampu menjaga keharmonisan hidup. Kerukunan antar umat pun terlihat di sini. Ini yang membuat kita bangga sebagai bangsa,” tandasnya.

Rekomendasi acara seminar internasional tasawuf Imam al-Ghazali menghasilkan empat poin, salah satunya yaitu permintaan kepada Pemerintah Iran supaya membangun makam Imam al-Ghazali. Ketua Umum MUI dan Rais Aam PBNU Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin dalam sambutan pembukaan menjelaskan, “Meminta supaya Pemerintah Iran segera membangun makam Imam al-Ghazali. Jika tidak, Indonesia siap membangun dan memindahkan makam Imam al-Ghazali di Indonesia.”

 “Sebenarnya seminar ini berangkat dari perjalanan spiritual dan rasa keprihatinan kita tentang kondisi makam Imam Ghazali di Iran yang kesannya kurang terurus. Padahal beliau adalah filosuf besar dengan gagasan tasawuf yang diterima semua pihak. Imam Ghazali adalah tokoh besar yang layak untuk mendapatkan penghormatan yang luar biasa,” ungkap Prof. Dr. Achmad Mubarok, MA ketua pelaksana seminar ini.

“Kita mencari titik temu dari perbedaan pemahaman keislaman umat Islam sedunia, sesuai prinsip Islam itu menyatukan. Di samping itu kita ingin mengajak umat untuk supaya lebih memahami aspek subtansi dalam ajaran Islam dan membangun harmoni sosial sesama umat manusia sebagai aktualisasi dari Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin. Kita juta ingin mengaktualisasikan pemikiran Imam al-Ghazali dalam merespon persoalan dunia global,” terang Dr. KH. Ali M. Abdillah, MA sekretaris panitia seminar.

Adapun pembicaranya antara lain, Habib Luthfi Bin Yahya Rais Aam JATMAN, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, Prof. Dr. Mohammad Syalabi dari Mesir, Dr. Mazen Sherif dari Tunisia, Dr. KH. Luqman Hakim, MA, Syaikh Fayegh Rostami dari Iran, Dr. Syaikh Aziz al-Qubaiti dari Maroko, Syaikh Aziz Abidin dari Amerika Serikat dan Syaikh Muhammad Habib al-Alim sebagai Mursyid Tarekat Naqsabandiyah China.

Pembicara lainnya Dr. Ibrahim Abdulev dari Rusia, Prof. Dr. Mokhtari dari Iran dan Dr. H. Ilyas Ismail, MA. Seminar ini diselanggarakan atas kerjasama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jam`iyyah Ahlith Thariqah al-Mu`tabarah an Nahdliyyah (JATMAN ), Univerisitas Asy-Syafi’iyah Jakarta dan Yayasan Amanah Kita.

Dishare dari Sya’roni As-Samfuriy via Pustaka Muhibbin
Advertisement

Advertisement