Jihad, Tim NU Peduli Kemanusiaan Serahkan Bantuan Nutrisi di Agast Asmat

Jihad, Tim NU Peduli Kemanusiaan Serahkan Bantuan Nutrisi di Agast Asmat

Tim NU Peduli Kemanusiaan Serahkan Bantuan Nutrisi di Agast, AsmatMusliModerat.net - Korban akibat wabah campak dan gizi buruk yang tengah melanda Kabupaten Asmat, Provinsi Papua kian bertambah. Menurut laporan medis Kabupaten Asmat, tercatat 70 anak dikabarkan meninggal dunia sampai tanggal 26 Januari 2018 pukul 06.00 WIT.

Musibah ini menimpa 23 distrik (kecamatan) yang mencakup 224 kampung (desa). Jumlah penderita campak juga kian bertambah mencapai 646 jiwa, sedangkan penderita gizi buruk mencapai 144 jiwa. 

Menanggapi musibah itu, Tim NU Peduli Kemanusiaan bergegas turun lapangan di Agast, Kabupaten Asmat, Sabtu (28/1). Agast merupakan salah satu distrik yang penderita gizi buruk dan campaknya memperihatinkan. 

Di Agast, tim peduli kemanusiaan disambut hangat oleh PCNU Kabupaten Asmat dan sesepuh Kampung Syuru. 

“Kami bersama sesepuh adat penduduk lokal menyambut baik kehadiran tim NU Peduli Kemanusiaan. Ini merupakan bentuk kepeduliaan NU terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) yang menimpa daerah kami,” terang Ketua PCNU Asmat, Kiai Nur Kholis. 

Untuk mematangkan program yang akan dilaksanakan, Tim NU melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan para tetua adat. Adanya pengurus NU yang juga merupakan sesepuh adat membuat tim menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi dengan warga.

Leo Rahmatulloh Piripas, Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Kampung Syuru menuturkan bahwa masyarakat Asmat masih banyak yang tidak mengerti Bahasa Indonesia sehingga komunikasi menjadi kendala.

“Sosok Leo sangat membantu proses pematangan program kami. Beliau memfasilitasi Tim NU Peduli Kemanusiaan untuk datang ke Jew (rumah adat). Di Jew para sesepuh adat melaksanakan rapat dan hasilnya mengizinkan kepada Tim untuk menjalankan program,” kata M Wahib, Ketua Tim NU Peduli Kemanusiaan.

Dokter Makky Zamzami mengatakan program yang akan dilaksanakan berfokus pada penambahan nutrisi anak-anak. 

“Untuk menambah nutrisi anak-anak akan kami berikan vitamin, susu dan biskuit,” kata Makky.

Ia mengatakan program tersebut akan dilakukan secara berkala dan melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh adat dan pengurus NU setempat untuk menjalankan dan melakukan pendampinan program, serta monitoring untuk melihat perkembangan gizi anak. (Agus Fuat/Kendi Setiawan/NU Online)

Baca juga:

Apa Komentar anda?