Ini Kronologi Penganiayaan KH Umar Basri versi Santri

Ini Kronologi Penganiayaan KH Umar Basri versi Santri

MusliModerat.net - Gerak-gerik orang tidak dikenal atau terduga pelaku penganiayaan KH Umar Basri (60), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat sempat disaksikan oleh sejumlah santri.

"Menurut santri yang menyaksikan, pelaku datang seusai Salat Subuh, pelaku sempat salat satu rakaat," ujar salah satu santri dan kolega Pesantren Al Hidayah Iwan Ismail (35) kepada wartawan di Pesanteran Al-Hidayah Kampung Santiong 03/03, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1/2018).

Iwan mengungkapkan usai menunaikan salat subuh seluruh santri sungkem kepada pak kyai. Bada wiridan sama pak kyai, santri-santri keluar dan menuju ke madrasah untuk melakukan pengajian bada subuh.

"Setelah itu tinggal satu orang santri yang terakhir menunggu karena ada satu orang yang tak dikenal (diduga pelaku), santri itu mengira apakah orang itu mau ketemu pak kyai atau tidak, tetapi orang asing ini tidak sungkem-sungkem ke pak kyai," ungkap Iwan.

Kemudian KH Umar memerintahkan santri itu untuk mematikan lampu masjid. Usai lampu dimatikan, santri itu meninggalkan kyai dengan pelaku.

Saat santri ini meninggalkan masjid, peristiwa penganiayaan ini terjadi, dan pelaku melarikan diri tanpa ada saksi yang melihatnya. "Di situlah tidak ada saksi terjadinya penganiayaan dan pemukulan itu," tutur Iwan.

Sebelumnya tidak ada yang mengetahui kyai atau guru yang dikenal oleh banyak santri itu telah dianiaya. "Ada seorang antri yang datang untuk salat subuh karena kesiangan dan menyalakan lampu. Melihat pak kyai sudah terkapar, melihat pak kyai di dekat jendela dan memberikan isyarat minta tolong," jelasnya.

Ditemukan banyak bercak darah di tembok masjid. Kemudian kyai Umar dibawa ke madrasah, sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, luka akibat penganiayaan itu berada di bagian pipi, bibir, hidung dan lebam di wajah.

"Kami minta doannya dari seluruh pihak, mudah-mudahan pak kyai kondisinya baik dan sehat seperti biasa, apakah ini ada hal-hal menjadi pertanyaan dan motif ini sebenernya apa, mudah-mudahan segera diungkapkan oleh pihak kepolisian," ungkapnya. 
(ern/ern/detik.com)

Baca juga:

Apa Komentar anda?