Ibu Risma, Cicit Pendiri NU yang Memiliki Azimat Kekebalan Resolusi Jihad

Ibu Risma, Cicit Pendiri NU yang Memiliki Azimat Kekebalan Resolusi Jihad

MusliModerat.net - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim dirinya masih keturunan pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Sejumlah barang pusaka peninggalan leluhurnya telah diserahkan ke Museum NU di Jalan Gayungsari, Surabaya. 

Risma mengaku sebagai cicit Mbah Jayadi, kiai yang ikut mendirikan NU. Jayadi memiliki dua anak yang merupakan kakek Risma dan Mohammad Nuh, mantan menteri pendidikan nasional.

“Mbah Jayadi itu pendiri NU. Beliau dari nasab bapak saya,” kata Risma saat mengunjungi Museum NU, Senin (8/1).

Rumah kakeknya di kawasan Blauran, Surabaya, kata Risma, sering ditempati para santri pengikut resolusi jihad yang digagas KH Wahab Hasbullah. Ayah Risma juga sempat mengalami masa itu.

“Para santri-santri itu tidur di sana. Bapakku tahu betul soal ini dan pernah cerita. Jadi, memang aku keturunan NU,” kata Risma.

Sebagai keturunan darah biru, keluarga Risma menyimpan beberapa peninggalan leluhur. Sejumlah azimat pun diserahkan ke Museum NU. Salah satunya sebuah batu berbentuk telur bernama Ndok Bledhek.


"Dulu digunakan oleh para pejuang untuk kekebalan. Jadi peluru yang ditembakkan itu hanya menembus pakaian, tapi bagian tubuhnya tidak apa-apa," ujar Risma.

Risma mendapat cerita soal Ndok Bledhek itu dari ayahnya. Jika ada bahaya, kata Risma, azimat itu bisa bergerak sendiri seolah ingin menunjukkan sebagai pertanda ada bencana.
Risma, Cicit Pendiri NU dan Azimat Kekebalan dari LeluhurWali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengunjungi Museum NU. (Kurniawan Dian)

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma juga berkoordinasi dengan Ketua PCNU Surabaya Muhibin Zuhri. Mereka membicarakan kesejahteraan warga Nahdliyin, pengikut NU. Risma mengatakan, pihaknya akan membentuk koperasi dan mengadakan pelatihan bagi Nahdliyin.

“Saya minta tolong Mas Muhibin untuk menyejahterakan warga Nahdliyin. Salah satunya nanti akan dibentuk koperasi-koperasi dan dilakukan pelatihan-pelatihan,” ujar Risma.

Muhibin menyambut pembentukan koperasi itu. Dia mengatakan, dirinya bersama Risma telah sepakat bekerja sama memberdayakan Nahdliyin, terutama dalam mengangkat harkat dan martabat dalam bidang ekonomi.

“Salah satu pemberdayaannya, nanti akan dibentuk koperasi dari warga Nahdliyin untuk warga Nahdliyin. Mungkin nanti ada ritel atau apa lah nanti yang produknya bisa diisi oleh warga sendiri. Nanti akan kami diskusikan lebih lanjut,” ujarnya.


Muhibin mengatakan, kunjungan Risma ke Museum NU untuk melihat langsung beberapa koleksi yang dititipkan keluarganya. Menurutnya, ada lima artefak yang telah disimpan di Museum NU. Beberapa di antaranya adalah keris, Ndok Bledhek, klak bahu, dan dua buah gaman keris tombak.

Dia berharap Museum NU bisa menjadi salah satu destinasi edukasi sejarah yang dimanfaatkan masyarakat. Muhibin menyatakan akan terus bekerjasama dengan Pemkot Surabaya untuk mengembangkan museum yang telah diresmikan Gus Dur pada 2004 itu. (dik/cnnindonesia.com)

Baca juga:

Apa Komentar anda?