Minggu, 03 Desember 2017

Kumpul-kumpul Pamerkan Massa Disaat Saudaranya Tertimpa Bencana

MusliModerat.net - Disaat saudara-saudara kita di Bali, di Jateng dan beberapa daerah lain membutuhkan bantuan akibat bencana alam, ada kelompok yang buang-buang uang hanya supaya eksis dan keliatan besar.

Mungkin itu maksud tersembunyi Tuhan.

Satu sisi dihadirkan bencana, sisi lain membuka borok orang-orang yang mengatas-namakan agama tapi tidak sedikitpun punya kepedulian terhadap sesama. Dalam otak mereka hanya ada politik, politik dan memenangkan calon pemimpin. Lain tidak ada.

Orang-orang yang berkumpul itu juga yang teriak-teriak"Save Rohingya, Save Palestina !!" sebuah negeri nun jauh disana. Tapi tidak berniat sedikitpun membantu saudara sebangsa ketika mereka sedang benar-benar kesulitan. Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, semut dalam celana berasa..

Berapa yang bisa dihasilkan dengan uang milyarian rupiah itu ?
Beras ratusan ton. Ribuan selimut. Ribuan kardus mie. Ribuan lusin pakaian. Bahkan bisa membangun ratusan rumah sementara supaya para mereka yang kebanjiran, rumahnya kena longsor sampai para pengungsi, bisa menetap sejenak.

Tapi mereka berpikir kesana pun tidak. Malah memamerkan uang di media sosial, sebagai pernyataan bahwa mereka datang dengan tidak dibayar. Apa yang mau mereka ceritakan kepada anak cucu mereka nanti ? Bahwa bapak dan ibu dulu pernah kumpul-kumpul di jakarta sambil kepanasan ?

Benarlah apa yang dikatakan Alquran kepada umat itu, "Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya." Mereka seolah membela agama, tapi tidak sadar bahwa mereka telah merusaknya dengan tidak membantu sesama.

Karena malu bahwa aksi itu gagal total, propaganda melalui media sosial pun berkibar. "Yang datang Sekian juta orang !" Teriak mereka. Harus teriak begitu supaya donatur tidak kecewa, meski donatur juga gak bego-bego amat untuk tidak tahu apa-apa.

Kasian sebenarnya melihat saudara-saudaraku seiman itu. Mereka diperbudak oleh kepentingan sesaat para arogansi berbaju gamis yang punya syahwat berkuasa jika ada kesempatan.

Mending kalian minum kopi sama saya sini, sambil bercerita tentang indahnya ajaran Nabi Muhammad dulu di masa arab jahiliyah yang membuat para pembencinya pun takluk dan kemudian ikut dalam barisan karena kecintaan akan ahlak beliau, bukan karena beliau suka koar-koar menghujat sana sini dengan bahasa kasar..

Jadi gimana nih ? Kopinya mau diseruput atau di minum pake sedotan ?

Dikutip dan Disunting dari Denny Siregar
Advertisement

Advertisement