Selasa, 05 Desember 2017

Koreksi Untuk Metro TV yang Kacau dalam Menulis Ayat Al-Qur'an


MusliModerat.net - Tulisan di layar Metro TV seharusnya tertulis
 ان الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر

tapi disitu tertulis ان الصلة تنح عن الفحش والمنكر



Semoga ini terakhir kali menuliskan ayat Qur'an salah. Semangat mengajarkan orang lain harus dibarengi kematangan ilmu yang diajarkannya. Sebagaimana biasanya saya katakan, tidak semua pengajar Ilmu Tajwid itu bacaan Qur'annya betul dan tidak setiap yang bacaannya betul mengerti ilmu Tajwid. Lebih-lebih penulis buku Ilmu Tajwid, belum ada jaminan menguasai baik secara melafalkan maupun penguasaan diluar teks. Kecuali bagi mereka yang pernah talaqqi musyafahah kepada mursyidnya.

Begitu pula dengan yang hafal Qur'an, belum ada jaminan mampu menuliskan ayat Qur'an tanpa Qur'an dengan baik dan benar. Sebab, metode "Imlâ'i" (dikte; di dalamnya ada sub bab berupa "Imla’ manqul" [meliputi tarkîb, qawâ'id, kalam dan qira’ah], Imlâ’ mandhur dan Imlâ’ ikhtibariy), "qirâ’ah" (membaca) dan "kitâbah" (menulis; yang sebelumnya melewati tahapan "marhalah shawtiyyah") yang merupakan disiplin ilmu yang berbeda dipelajari saat menghafal dan mempelajari al-Qur'an, tapi dia sepaket dengan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Ketiganya masuk dalam pelajaran Bahasa Arab.


Semoga ini koreksi kepada penceramah dan penulisnya, agar tidak memandang sepele disiplin ilmu di atas. Perubahan tulisan berpotensi mempengaruhi makna sebuah ayat dalam Qur'an. Misalnya, kata "maliki" dengan "maliki", jika salah menuliskannya maka artinya pun berbeda. Sekian []

CATATAN
Bisa dua kemungkinan:
1. Yang menuliskannya si penceramah; indikasi ini bisa dilihat dari cara membaca Qur'annya yang salah. Alias tajwidnya "blepotan".
2. Pihak Metro yang menyajikan tulisan itu dan kemudian ditampilkan ke layar; jika ia maka seharusnya dan sepatutnya dikoreksi sang penceramah.

Dikutip dan disunting dari Muhammad Makmun Rasyid
Advertisement

Advertisement