Sabtu, 25 November 2017

Taat Beribadah tapi Hidupnya Susah tapi Ahli Maksiat Hidupnya Bahagia, Kenapa?

MusliModerat.net - Apabila kita perhatikan manusia, kita akan menemukan kira2 ada pada 4 model yaitu :
1. Orang yang taat dan hidupnya bahagia.
2. Orang yang taat tapi hidupnya susah.
3. Orang yang ahli maksiat tapi hidupnya bahagia.
4. Orang yang ahli maksiat dan hidupnya sengsara.

Bila kita berada pada nomor 1, itu hal biasa, karena Alloh berfirman: "Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dlm keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan". (An Nahl: 97)

Bila kita berada pada nomor 4, ini juga hal biasa. Karena Alloh berfirman: "Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (Thaha: 124)

Adapun bila kita berada pada nomor 2, ini barangkali ada dua kemungkinan:
- Boleh jadi Alloh mencintaimu dan Dia ingin menguji kesabaranmu, kemudian mengangkat derajatmu.
Seperti firman Alloh:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar". (Al Baqarah: 155).
- Boleh jadi juga di dalam ketaatan kita ada celah dan dosa yang tidak kita sadari hingga kita terus menunda-nunda untuk bertaubat.
Untuk itu Alloh menguji kita supaya kita kembali kepada-Nya. Alloh berfirman:
"Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)". (As Sajdah: 21)

Namun bila kita berada pada posisi ke 3, berhati-hatilah! Krn barangkali itu adalah istidraj. Ini adalah posisi terjelek yang dihadapi oleh seorang manusia dan akibatnya sangat mengerikan. Azab dari Alloh pasti datang jika kita tidak mengambil pelajaran dan taubat sebelum nasi berubah menjadi kerak.

Alloh berfirman: "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang
telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa". (Al An'am: 44).

Semoga Bermanfaat.
Advertisement

Advertisement