Sabtu, 18 November 2017

Subhanallah, Banser Kaltim ini Dipeluk Hadratussyaikh Hasyim Asyari saat Diklatsar

MusliModerat.net - Menjelang pelaksanaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) II GP Ansor Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), Alif Santoso bersemangat mempersiapkan kegiatan yang akan diikutinya.

Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari pun mengapresiasi semangat Alif dengan menyemangatinya agar mantap berkhidmat di Nahdlatul Ulama (NU).

Alif lahir 28 Februari 1985 dalam keadaan sehat. Namun pada waktu masih kecil, warga Jalan Negara, RT 01, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku itu terkena penyakit polio sehingga kini untuk berjalan harus memakai tongkat.

"Saya tidak bisa menolak ketika Alif ingin ikut DTD. Dari persiapan lapangan hingga persiapan peserta, ia terlibat aktif. Semangat itu yang membuat saya untuk merangkulnya sebagai kader," ujar Ketua GP Ansor PPU, Roni Setyawan, di Penajam, Rabu (15/11).

Alif adalah anak pertama dari enam saudara. Kelima adiknya pun juga turut menjadi Banser, kader inti Pemuda Ansor.

"Praktis, dengan kondisi semacam itu, sahabat Alif mudah diingat karena hanya dia satu-satunya Banser dengan keterbatasan fisik di Kaltim. Namun jika bicara militansi, tak perlu diragukan lagi. Dan itulah kelebihan Alif," kata Roni lagi.

Mengenai motivasinya ingin bergabung di Banser, Alif yang menkuni usaha advertising kecil-kecilan itu dengan tegas mengatakan bahwa dia dilahirkan oleh keluarga NU.

Kakeknya, almarhum Munadi, dulu juga Banser sehingga semangat untuk mengabdi bagi negara melalui NU memang menjadi tujuannya sedari kecil.

DTD II GP Ansor PPU digelar 26-30 Januari 2017. Kaderisasi ini diikuti 156 peserta yang berlangsung di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku. Untuk menjadi Banser, bukan proses yang mudah karena harus melewati berapa tantangan.

Seminggu pasca-DTD, Alif bersilaturahmi ketempat KH Syamsul Hadi Yusuf, Ketua PCNU PPU yang dikenal gaul dan sering keliling menunggu kaderisasi Ansor di sejumlah daerah di Kaltim hingga selesai.

Di dinding ruang tamu Kiai Syamsul, Alif melihat foto Hadratussyekh KH Hasyim Asyari, yang juga dikenal dengan petuah bijaknya: Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tidak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari Agama dan keduanya saling menguatkan, terpajang gagah.

"Itu siapa, abah?" ujar Alif.

Kiai Syamsul menjawab jika foto dimaksud Alif ialah pendiri NU, KH Hasyim Asyari. "Kenapa kamu bertanya?"

Alif dengan cepat menjawab: "Itu yang memeluk saya waktu malam baiat, kiai," ujar Alif.

Tak ada kata keluar dari mulut Kiai Syamsul yang bergegas memeluk erat Alif sembari  menangis haru. (Gatot Arifianto/Alhafiz K/NU Online)
Advertisement

Advertisement