Rabu, 08 November 2017

Saat Khutbah Nikah Puteri Jokowi, KH Said Aqil Siradj Paparkan Islam Nusantara

MusliModerat.net - Ada yang menarik dalam pernikahan putri Pak Jokowi, yakni yang menyampaikan khutbah nikah adalah Ketum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj sedangkan yang membacakan doa adalah Ketum Muhammadiyah DR. KH. Haedar Nashir.

Dimana menariknya?

Dua Pimpinan ormas besar tersebut masing-masing menyelipkan pesan ormas masing-masing. Kiyai Said dalam khutbah nikahnya secara tidak langsung menjelaskan definisi Islam Nusantara. Syarat dan rukun nikah merupakan ajaran Islam yang tauqifi (taken for granted), sementara resepsi pernikahan adalah bagian dari kebudayaan Nusantara. Islam Nusantara tak lain adalah persenyawaan antara ajaran Islam dengan tradisi Nusantara yang tidak menghilangkan prinsip-prinsip dasar agama.

Selanjutnya Pak Haedar Nasir dalam doanya mendoakan pasangan mempelai memiliki rumah tangga yang kokoh serta mendapatkan keturunan yang solih dan solihah serta bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agama Islam yang berkemajuan. Artinya, Islam berkemajuan adalah islam aplikatif, bagaimana mengaplikasikan ajaran Islam ke dalam tindakan kongkret.

Luar biasa... Dua konsep yang ditawarkan oleh dua ormas besar ini jika disatukan maka akan menjadikan negeri ini berada di depan atas negeri-negeri lain.

Dengan Islam Nusantara, anak-anak bangsa yang mayoritas beragama Islam ini tak kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia, selain budaya adalah faktor yang merekatkan bangsa ini dari perpecahan. Dan pada saat yang sama kita mampu mengplikasikan perintah-perintah dalam kitab suci ke dalam tindakan kongkret. Perintah menyantuni fakir miskin, diaplikasikan dengan membangun ekonomi umat, lembaga keuangan Islam dll..

Dishare dari Muhammad Imaduddin
Advertisement

Advertisement