Kamis, 23 November 2017

Ribuan Malaikat Memohonkan Ampun Orang yang Sabar Ketika Dihina

MusliModerat.net -  Suatu hari Rasulullah saw bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika Abu Bakar sedang asik-asiknya bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba seorang Arab Badui datang menemui Abu Bakar.

Tanpa basa basi Arab Badui itu mencela Abu Bakar. Makian dan kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Abu Bakar tidak menghiraukan caci maki yang didengarnya. Ia tetap melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Rasulullah tersenyum melihat ini.

Belum merasa puas, orang Arab Badui kembali memaki maki Abu Bakar. Makian dan hinaannya lebih kasar. Karena keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkannya. Rasulullah kembali tersenyum.

Semakin marahlah orang Arab Badui tadi. Kali ketiga ini Arab Badui mencerca Abu Bakar dengan makian lebih menyakitkan.

Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui tersebut dengan makian pula. Terjadilah perang mulut.

Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Ia meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Abu Bakar mengejar Rasulullah yang sudah sampai di halaman rumah Abu Bakar. Kemudian Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, janganlah anda biarkan aku dalam kebingungan yang sangat. Jika aku berbuat kesalahan, jelaskan kesalahanku!”

Rasulullah menjawab: “Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dengan membawa kemarahan serta fitnahan lalu mencelamu, kulihat tenang, diam dan engkau tidak membalas, aku bangga melihat engkau orang yang kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian, dan aku tersenyum karena ribuan malaikat di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun kepada Allah atas dirimu”

“Begitu pun yang kedua kali, ketika ia mencelamu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya. Oleh sebab itu, aku tersenyum”

“Namun, ketika kali ketiga ia mencelamu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu. Hadirlah iblis di sisimu”

“Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu. Aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepadanya”

Mendengar penjelasan Rasulullah, menangislah Abu Bakar. Aku bakar mengerti bahwa rahasia kesabaran adalah kemuliaan yang terselubung.

Di era banjir caci-maki ini, kalau kita dicaci-maki, senyumin aja yuk?  [islamnusantara.com]
Advertisement

Advertisement