Sabtu, 25 November 2017

Ribuan Kyai Moderat Perwakilan 25 Ribu Ponpes Hadiri Munas dan Konbes NU di Lombok

MusliModerat.net -  1.500 kiyai yang mewakili 25 ribu pondok pesantren di seluruh Indonesia menghadiri Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

1.500 kiyai telah hadir di Lombok. Mereka bersemayam di lima pondok pesantren, yakni Pondok Pesantren Darul Qur'an, Pondok Pesantren Al-Halimi, Pondok Pesantren Nurul Islam, dan Pondok Pesantren Darul Falah.

"Terdapat 1.500 peserta yang merepresentasikan jumlah 25 ribu pesantren NU," ujar Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Robikin Emhas di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (23/11/2017).
Para kiyai akan membahas 18 masalah keagamaan yang dibagi ke dalam tiga kategori, yakni Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi'iyyah, Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu'iyyah, dan Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah.

Lima topik isu yang akan dibahas di Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Waqi'iyyah tentang frekuensi publik, investasi dana haji, izin usaha berpotensi mafsadah, melempar jumrah aiyamut tasyriq qablal fajri, dan status anak dan hak anak lahir di luar perkawinan

Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Maudlu'iyyah. Ada enam topik isu, fikih disabilitas, taqrir jama'i, ilhaqul masail binazhairiha, ujaran kebencian, konsep amil dalam negara modern menurut pandangan fiqih, serta distribusi lahan atau aset

Selain itu, membahas Bahtsul Masail ad-Diniyyah al-Qonuniyyah. Ada tujuh topik isu, RUU lembaga pendidikan keagamaan dan pesantren, RUU anti-teroris, tata regulasi penggunaan frekuensi, RUU komunikasi publik, RUU KUHP, RUU etika berbangsa dan bernegara, serta regulasi tentang penguasaan lahan.

"Secara logika mustahil diselesaikan 2 sampai 3 hari. Tetapi sekali lagi, di NU banyak seperti Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj, yang menurut istilah Gus Dur adalah perpustakaan berjalan. Memang yang populer ada beberapa, tapi di pesantren itu luar biasa banyaknya," ujar Robikin.
Munas dan Konbes NU diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 23 – 25 November 2017. PBNU menggelar Munas dan Konbes dua tahun sekali.

Munas dan Konbes berperan sebagai forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah muktamar. Isu-isu strategis nasional kerap dibahas dalam acara ini.

Munas berfokus pada pembicaraan masalah-masalah keagamaan menyangkut kehidupan umat dan bangsa. Lewat forum Bahtsul Masail (pembahasan masalah-masalah), yang diampu para ulama, berbagai persoalan sosial terkini dibahas dan dicarikan jalan keluarnya lewat mekanisme fatwa.
Konbes membahas persoalan organisasi dan program kerja. Selain itu, Konbes juga mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi penting masyarakat dan, terutama, pemerintah.[tribunnews.com]
Advertisement

Advertisement