Senin, 27 November 2017

KH Maimoen Zubair: Jangan Melawan Hukum Pemerintah

Oleh: Rumadi Ahmad

MusliModerat.net - Meski Munas dan Konbes NU sudah selesai kemarin, tapi saya masih terpikir dengan Mbah Moen, demikian KH. Maemoen Zubair biasa dipanggil. Meski usianya sudah 92 tahun, masih terus beraktifitas dan memberi perhatian serius pada perkembangan NU.

Dalam Munas dan Konbes di NTB, 23-25 November lalu, beliau bukan hanya hadir dalam pembukaan, tapi masih terus menunggui proses Munas dan Konbes. Setelah pembukaan usai, secara tdk sengaja saya dan sejumlah kawan, ada kiai muda yang terus bersinar Abdul Moqsith Ghazali, Ahmad Suaedy dan Marzuki Wahid dll bertemu beliau di sebuah rumah makan. Tak lupa kami semua berbaris untuk mencium tangan beliau.

Esok harinya, beliau secara khusus mendatangi forum bahsul masail untuk menyampaikan sebuah pesan. Meski tidak ada undangan secara khusus, namun beliau keroyo-royo mendatangi bahsu masail. Ini bukan hanya teladan luar biasa, tapi pasti Mbah Moen merasa ada hal penting yang ingin beliau sampaikan kepada kiai-kiai yang akan membahas berbagai persoalan keagamaan.

Setelah menyampaikan berbagai persoalan terkait metode penetapan hukum, Mbah Moen berpesan, “Saya mohon jawaban yang luwes. Saya minta jangan melawan hukum pemerintah,” tuturnya.

Pesan ini hemat saya sangat penting, karena dalam bahsul masail ini dibahas berbagai persoalan yang beberapa dintaranya terkait dengan persoalan kenegaraan. Pesan ini sekaligus merupakan arahan bagaimana seharusnya hukum Islam berinteraksi dengan hukum negara.Masih banyak diantara kiai-kiai NU yang menganggap fiqih sebagai kebenaran yang harus menundukkan hukum negara. Dengan pesan tersebut, Mbah Moen seolah ingin mengatakan, hukum fiqih tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus terus berdialog dengan hukum nasional.

Pesan Mbah Moen ini akan terus menjadi pergumulan warga NU dan umat Islam. Semoga Mbah Moen sehat selalu dan terus membimbing kami yang muda-muda.

Dishare dari Rumadi Ahmad
Advertisement

Advertisement