Selasa, 28 November 2017

Habib Ahmad bin Novel: Jangan Dengarkan Urusan Politik saat Hadiri Maulid

MusliModerat.net - Nasehat Habib Ahmad bin Novel kepada Penceramah yang Sering Bawa-bawa Politik saat Ceramah

Habib Ahmad bin Novel bib Jindan dalam salah satu ceramahnya ketika di Masjid Asy Syakirin Kali Malang (1 Rabiul Awal 1436 H) mengatakan bahwa beliau dan jamaahnya menginginkan ketika mendatagi acara Maulid yang didengar tentang Rasulullah, bukan urusan politik.

“Harapan kita pada para ulama, kita datang ke maulid tidak mau dengar urusan politik, kalau kita mau denger politik kita datang ke kantor DPR, kita datang ke maulid, kita pingin denger tentang Rasulullah SAW,” kata Habib Ahmad sambil bergetar suaranya ketika menyebut nama Rasulullah seakan ingin menangis.

Hal ini menurut Habib Ahmad, apa yang disampaikan para ulama sekarang mesti diambil baiknya saja, tidak seperti dulu. “Wa Allahi minta maaf, cuma kadang kita sedih. Dulu apa yang datang dari ulama kita bisa kita terima semuanya, cuma sekarang kebanyakan bikin pecah belah,” ungkapnya.
Habib Ahmad menegaskan bahwa dirinya menginginkan datang ke Maulid bukan mendengar penyakit orang lain, melainkan ingin mendengar penyakitnya sendiri, agar bisa taubat dan berdamai kepada Allah.

“Kita datang ke maulid ya kagak mau denger penyakitnya orang, kita pingin denger penyakitnya kita, itu yang kita mau. perdengarkan kepada kita dosa-dosanya kita, jadi kita tahu sadar dosa-dosa kita, kita taubat, kita bayar sama Allah, berdamai,” lanjut Habib Ahmad.

Hal ini karena menurut Habib Ahmad, nantinya seseorang tidak akan dituntut atas dosa orang lain, melainkan dosanya sendiri. “Kalau cuma yang kita dengarkan fulan korupsi, fulan bercerai, fulan ribut, fulan sesat, fulan ngaco, saya mana? kan kita tahu cuma fulan, saya tidak bakal dituntut atas dosanya fulan, saya tidak bakal dituntut Allah atas kesesatan fulan, tapi saya dituntut sama Allah kalau saya lupa diri sendiri,” tegasnya.

Habib Ahmad kembali menyampaikan harapannya kepada para ulama, dai dan muballigh, agar dapat menyampaikan kepada ummat supaya memperkenalkan Allah dan Rasulullah agar ummat dapat lebih dekat dengan Allah dan Rasulnya.

“Kita tidak kenal Nabi Muhammad, tolong kita perdengarkan, kenalin pada Rasulullah. Kita datang ke maulid, kita gak kenal nih, tangisan sama Allah, kenalin kita tentang kasih sayang Allah, tentang peringatan Allah, tentang keperkasaan Allah, jadi kita bisa nangis, takut dan rindu kepadaNya. Itu yang kita mau,” jelasnya.
Advertisement

Advertisement