Sabtu, 04 November 2017

Di Markas PBB, Kapolri Tito: Teroris Bukan Islam dan Islam Bukan Teroris

MusliModerat.net - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi salah satu pembicara dalam panel discussion yang diselenggarakan di Markas PBB, New York, Senin (30/10). Tito mewakili Indonesia membicarakan isu global saat ini.

Di dalam panel discussion itu, tampil sebagai moderator adalah Permanent Representative of Indonesia for the United Nations HE Dian Triansyah Djani, Keynote Remarks Chief of Policy and Coordinating Unit UNOCT Mr Rafiuddin Shah (Pakistan), panelis pertama Permanent Representative of Singapore for United Nations HE Burhan Gafoor, dan panelis kedua Kapolri Jenderal Tito.

Dalam diskusi yang dihadiri 52 perwakilan negara tersebut, Tito berbicara mengenai Strategy and Counter Strategy on Global Terrorist Networks, serta pandangannya tentang terorisme global yang telah menjadi isu utama dalam keamanan dunia Internasional saat ini.

Tito membagi fenomena terorisme global kontemporer dalam dua gelombang besar. “Gelombang pertama saat kemunculan Al Qaeda sebagai jaringan kelompok terorisme global pertama kali di dunia dan gelombang kedua sejak 2014 saat ISIS muncul sebagai ancaman baru bagi keamanan dunia,” tutur dia dalam pesan siaran yang diterima JawaPos.com, Selasa (31/10).


Mantan Kapolda Papua ini menjelaskan pentingnya konsep strategi soft approach dalam menghadapi kelompok terorisme, tidak hanya mengandalkan hard approach.

Dia menambahkan, apa yang selama ini ada di pemikiran dunia, bila teroris adalah Islam itu salah. “Teroris bukan Islam dan Islam bukanlah teroris,” kata dia.

Kapolri juga menyampaikan adanya penurunan kualitas dan jumlah serangan teror yang terjadi di Indonesia, mengingat terorisme global tidak mungkin diselesaikan hanya dengan penggunaan senjata.

Dalam pendekatan lunak ini, Tito menjelaskan sedikitnya ada 5 langkah yang bisa ditempuh, yakni kontraradikalisasi, deradikalisasi, kontraideologi, menetralisir saluran, dan menetralisir situasi yang mendukung penyebaran paham radikal.

Lalu di akhir diskusi, Kapolri menyampaikan pesan penting kepada PBB tentang perlunya menjaga perdamaian dunia khususnya di negara negara Islam. “PBB perlu memprioritaskan penyelesaian konflik terkait warga Muslim karena ideologi radikal akan berkembang aktif dan mendapat panggung jika terjadi konflik itu,” kata dia.

Selain mengikuti Panel Discussion, Kapolri juga menyempatkan diri untuk melakukan pembicaraan dengan USG Dept Field Support Mr Atul Khare untuk membicarakan kelanjutan pengiriman pasukan Polri untuk misi perdamaian dunia serta bertemu dengan USG UNOCT Mr Vladimir Voronkov guna berbagi informasi tentang penanganan terorisme global.

Pada kesempatan itu, Mr Voronkov menawarkan Jenderal Tito untuk berbicara dalam forum khusus yang diikuti semua negara anggota PBB tentang terorisme yang diadakan PBB pada bulan Juni 2018 di New York.

(elf/ce1/JPC/jawapos.com)
Advertisement

Advertisement