Kamis, 23 November 2017

11 Tahun Diperas Pihak Investor, Ratusan Pedagang Pasar Turi Mengadu ke NU Jatim

MusliModerat.net - udah lebih sebelas tahun nasib para pedagang Pasar Turi Surabaya tak kunjung mendapat kejelasan. Padahal, sejumlah persyaratan yang ditentukan pihak investor sudah mereka penuhi.

Mereka pun kehabisan kesabaran. Namun, mereka tak putus asa. Sekitar seratus pedagang Pasar Turi kehabisan mengadu ke Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Rabu, 22 Nopember 2017.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi Surabaya, Taufik Al-Jufri, mengatakan, bahwa selama bertahun-tahun para pedagang menjadi bulan-bulanan pihak investor. “Kami diperas dengan denda, iuran, pajak, serta sejumlah setoran lainnya,” kata Taufik di Kantor PWNU Jawa Timur Jalan Masjid Al Akbar Timur 9 Surabaya.

Meski demikian, lanjut Taufik, kenyataannya ribuan pedagang tetap belum bisa menempati kios yang mestinya menjadi haknya. “Kami butuh bantuan dan advokasi serta pengawalan dari NU Jatim,” katanya sambil diamini pedagang yang memadati ruang lobi kantor PWNU Jatim.

Keluhan itu disampaikan Taufik di hadapan Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah. Ia yang datang bersama ratusan perwakilan pedagang berharap akan ada penanganan yang lebih tuntas atas kasus sengketa dengan Henri J Gunawan pemilik PT Gala Bumi Perkasa itu.

Pada kesempatan tersebut para pedagang juga menyampaikan berbagai kejanggalan dan ketidakadilan yang dialami. Mereka telah melaksanakan kewajiban dengan membayar iuran, namun hak berupa kios yang representatif ternyata hingga 11 tahun berjalan tidak diterima.

Keluhan serupa juga disampaikan pengacara pedagang, I Wayan Titib Sulaksana. “Para pedagang ini mayoritas orang NU. Kita ke sini bertujuan untuk mengadu pada PWNU agar bisa membantu perjuangan para pedagang,” tandas Wayan.

Dengan mengadu ke NU Jatim, Wayan berharap permasalahan dan nasib para pedagang Pasar Turi tersebut bisa mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, khususnya penegak hukum. (*santrinews.com)
Advertisement

Advertisement