Minggu, 05 November 2017

11 Pangeran Saudi Termasuk Alwaleed bin Talal Ditangkap terkait Korupsi

MusliModerat.net - Sebanyak 11 pangeran termasuk Alwaleed bin Talal dan 4 menteri yang tengah menjabat ditangkap oleh Komite Anti-Korupsi Arab Saudi. Penangkapan dilakukan terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi. 

Dilansir dari The New York Times, Minggu (5/11/2017), penangkapan dilakukan pada Sabtu (4/11) malam. Selain empat menteri aktif juga ditangkap puluhan mantan menteri lainnya. 

Pengumuman penangkapan tersebut disampaikan melalui Al Arabiya, jaringan satelit yang penyiarannya disetujui secara resmi oleh pemerintah Saudi. 



Alwaleed bin Talal termasuk pangeran terkaya di Saudi bahkan dunia. Penangkapan Alwaleed bin Talal diperkirakan akan mengejutkan bagi pihak Kerajaan maupun keuangan utama dunia. 

Alwaleed bin Talal mengendalikan perusahaan investasi Kingdom Holding. Saham-sahamnya tersebar di News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola dan banyak perusahaan kelas dunia lainnya. Selain itu ia juga mengendalikan jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh dunia Arab.

Merujuk pemberitaan media lokal setempat, penangkapan dan 'sapu bersih' para pangeran dan pejabat-pejabat itu disebut-sebut sebagai langkah Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk menguatkan posisinya. 

Di usia yang masih muda, 32 tahun, Mohammed bin Salman tampak sudah begitu dominan di militer, hubungan asing, ekonomi, dan sosial. Hal tersebut menimbulkan sejumlah ketidakpuasan di kalangan kerajaan. 



Dipimpin Mohammed bin Salman, Raja Salman telah membuat Komite Anti-Korupsi Saudi yang baru. Penangkapan dilakukan hanya beberapa jam setelah komite tersebut menjalankan tugasnya. 

Al Arabiya mengatakan bahwa komite antikorupsi memiliki hak untuk menyelidiki, menangkap, melarang melakukan perjalanan, atau membekukan aset siapa pun yang dianggap terlibat korupsi.

Hotel Ritz Carlton di Riyadh dievakuasi pada hari Sabtu yang menimbulkan dugaan tempat tersebut akan menjadi 'penampungan' bangsawan yang ditangkap. Pemerintah juga memutuskan menutup bandara untuk pesawat pribadi. 
(rna/fjp/detik.com)
Advertisement

Advertisement