Minggu, 15 Oktober 2017

Video Panglima TNI Sindir Ulama yang Berkata Kasar, Netizen: Penthol Korek Bisa Kejang-kejang

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didapuk sebagai pembicara dalam pengajian bulanan yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dengan tema ?Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa?, di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Jumat malam (6/10/2017). Turut hadir pada acara tersebut mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, MA, dan Pengamat Militer Prof. Dr. Salim Said. (Puspen TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.)MusliModerat.net - Mendengarkan ceramah dari para ustaz atau ulama bagi seorang muslim bisa membawa kesejukan dan rasa nyaman.
Dalam pembawaannya, para ustaz atau kiai memiliki karakteristik tersendiri sehingga memancing kekaguman dan rasa cinta dari banyak umat.
Dulu ada KH Zainudin MZ contohnya, ia sempat dijuluki 'Dai Sejuta Umat' karena dakwahnya dianggap mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Ada juga 'ustaz gaul', Jefri Al Buchori alias Uje yang menjadi salah satu dai yang diperhitungkan sekaligus menjadi barometer tren busana muslim tanah air.
Rekaman ceramah mereka masih dengan mudah ditemui di media sosial dan masih banyak ditonton hingga sekarang.
Sejumlah warga berwisata ziarah ke makam Ustad Jefri Al Buchori atau biasa di panggil Uje di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Karet, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2013). Memasuki H + 2 Idul Fitri makam Uje masih terlihat ramai dikunjungi para peziarah yang ingin mengirim doa maupun hanya sekedar berkunjung. (Tribun Jakarta/Jeprima)
Sejumlah warga berwisata ziarah ke makam Ustad Jefri Al Buchori atau biasa di panggil Uje di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Karet, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2013). Memasuki H + 2 Idul Fitri makam Uje masih terlihat ramai dikunjungi para peziarah yang ingin mengirim doa maupun hanya sekedar berkunjung. (Tribun Jakarta/Jeprima) (Tribun Jakarta/JEPRIMA)
Namun beberapa waktu terakhir publik juga dibuat gerah dengan beredarnya rekaman dakwah dari sejumlah ustaz atau ulama yang memiliki gaya dakwah berbeda.
Dalam sejumlah rekaman, terdengar jelas sang ustaz justru menyuarakan kata-kata kotor, tak sedikit menghina bahkan menyeru ajakan perang.

Banyak yang menilai gaya dakwah tersebut sama dengan tegas dan berani.
Namun banyak juga yang menilai isi ceramah tersebut justru memperburuk citra Islam itu sendiri.
Gaya dakwah para ulama ini ternyata juga menarik perhatian Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didapuk sebagai pembicara dalam pengajian bulanan yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dengan tema ?Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa?, di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Jumat malam (6/10/2017). Turut hadir pada acara tersebut mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, MA, dan Pengamat Militer Prof. Dr. Salim Said. (Puspen TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.)
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didapuk sebagai pembicara dalam pengajian bulanan yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dengan tema ?Islam, TNI dan Kedaulatan Bangsa?, di Aula KH Ahmad Dahlan, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Jumat malam (6/10/2017). Turut hadir pada acara tersebut mantan Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, MA, dan Pengamat Militer Prof. Dr. Salim Said. (Puspen TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.) (Puspen TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.)
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial baru-baru ini, Gatot menyoroti sosok ulama yang berceramah dengan kata kasar.
"Ulama yang ngomongnya kasar, ulama bukan itu?," tanya Panglima dari depan mimbar.
Pertanyaan Panglima itupun dijawab 'bukan' oleh para hadirin.
"Jadi kalau kita datang ke suatu masjid dengarkan ceramah sejuk damai, itu mesjidnya bener. Tapi kalau kita datang ke mesjid jadi marah, mesjidnya nggak bener. Ulamanya nggak bener pasti," sambungnya.
Dalam penggalan video kedua, panglima juga menyampaikan peranan para ulama dalam merumuskan Pancasila.
"Yang membuat Pancasila ini siapa? Ulama. Yang menjaga Pancasila sampai sekarang ini ulama. Kalau ada ulama menjelek-jelekkan Pancasila, ulama bukan?," kata Panglima.
Rekaman itupun menarik perhatian warganet.
Banyak yang mendukung pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo tersebut.
@PakarLogika Suara Panglima TNI ini jadi tamparan keras buat bani cabul & para provokator, tukang fitnah yang selama ini mengakau ngaku sebagai Ulama..
@Tirtonoto2 Banyak orang dgn mudahnya pergi ke timur tengah tdk terdata keberadaanya tau2 muncul sdh bergelar para habib di puja dan di ciumin
@aa2gatutkw Ulama itu menenangkan, mencerahkan. Sip.
@Tirtonoto2 Tembok cina kuat, tp dihancurkan inggris dgn narkoba. Islam kuat di hancurkan dari dlm juga, mesin2 yahudi di ciptakan dari islam itu sendiri
Bagaimana menurutmu? Simak videonya:
Bagian 1:
Bagian 2:
Advertisement

Advertisement