Selasa, 24 Oktober 2017

Universitas Brawijaya, Satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri yang Gelar Upacara Hari Santri

MusliModerat.net - Universitas Brawijaya menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di bawah lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang menggelar Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2017. Upacara ini dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan Gebyar Brawijaya Qur'ani IV (GBQ IV) Nasional 2017.

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2017 yang mengusung tema "Santri Mandiri, NKRI Hebat" ini diikuti oleh ratusan santri-mahasiswa, civitas akademika, serta para santri yang berasal dari banyak pondok pesantren di kawasan Kota Malang.

Upacara Hari Santri yang dimulai pukul 08.30 WIB dihadiri oleh Wakil Walikota Malang, H Sutiaji yang menjadi pembina upacara, didampingi langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof Mohammad Bisri dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya, Prof Arief Prajitno menyampaikan rasa bangga terhadap Universitas Brawijaya yang telah menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017.

“Kami dari Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Universitas Brawijaya sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang memperingati Hari Santri pertama kali,” ujar Sutiaji.

Arief Prajitno dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional, membacakan Deklarasi Kesaktian Pancasila di hadapan peserta upacara yang memutihkan lapangan rektorat Universitas Brawijaya.

“Santri harus menjadi barisan terdepan dalam menjaga NKRI,” ujar Prof Arief selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Brawijaya. Kemudian, secara bergantian disusul pembacaan Ikrar Santri oleh seorang santri yang diikuti oleh semua peserta upacara.

Dalam pembacaan Ikrar Santri, semua santri mengikuti pembacaan Ikrar Santri dengan semangat dan suara yang lantang. Sebagai santri, mereka berjanji untuk setia kepada NKRI dan selalu ada di garda terdepan untuk selalu menjaga dan menghadang siapa saja yang berusaha mencoba merongrong NKRI dan Pancasila.

Selain itu, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya, Akhmad Muwafik Saleh membacakan karya puisinya yang mengobarkan semangat santri untuk mandiri dan berkarya.

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2017 di Universitas Brawijaya dinilai meriah karena dalam waktu yang bersamaan juga diselenggarakan acara GBQ IV Nasional 2017 oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Religi Universitas Brawijaya.

Dalam acara GBQ IV ini, terdapat 9 cabang lomba yang diikuti oleh 1000 peserta antarpelajar SMA/MA/SMK se-Indonesia, di antaranya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Hifdzil Quran (MHQ) 5 dan 10 Juz, Fahmil Quran (MFQ), Syarhil Quran (MSQ), Khattil Quran (MKQ), Karya Tulis Ilmiah Al-Quran (MKTIA), serta Lomba Hadrah Al-Banjari, Nasyid Acapella, dan Bintang Vokalis Gambus Islami.

Dalam prosesi Upacara Hari Santri, suasana semakin meriah ketika dinyanyikan lagu nasional Ya Lal Wathon oleh Paduan Suara Mahasiswa Univesitas Brawijaya. Lagu nasional ini merupakan karya KH. Wahab Chasbullah, salah satu pahlawan nasional yang berjasa terhadap kemerdekaan Indonesia.

Lagu nasional ini juga menjadi ciri khas yang wajib dinyanyikan dalam peringatan Hari Santri Nasional karena mampu membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Setelah dinyanyikan lagu nasional Ya Lal Wathon, upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Slamet Wahyudi, kemudian diikuti pembuburan peserta upacara oleh pemimpin upacara. (Darwis)
Advertisement

Advertisement