Selasa, 10 Oktober 2017

Tips dan Cara Mendidik Anak yang Baik, Benar dan Efektif di Usia Emas

MusliModerat.net - sebagai orang tua tentu harus dapat memberikan bimbingan serta arahan yang tepat agar ia menjadi manusia yang baik dan berakhlak mulia sebagaimana yang kita inginkan kelak saat mereka telah dewasa.
Usia 0 tahun merupakan masa-masa yang kritis bagi perkembangan otak sang anak. Pada tahap inilah anak mengalami masa-masa keemasan dimana perkembangan otaknya terjadi dengan cepat dan pesat. Pada masa ini bahkan otak anak memiliki kemampuan untuk menyerap pengalaman-pengalaman baru lebih cepat dari anak yang berusia 3 tahun. Oleh sebabnya, Anda jangan sampai salah dalam mendidik maupun memberikan contoh-contoh bagi putra-putri Anda.
Tips sukses cara mendidik anak yang baik memiliki banyak metode. Seberapa besar tingkat kesuksesan dari metode yang diterapkan tentu tergantung dari seberapa efektif masing-masing orang tua dalam memberikan kontribusi kepada anak-anaknya. Agar Anda tak bingung dalam memberikan arahan untuk anak, berikut ini adalah beberapa cara mendidik anak yang baik, benar dan bijak yang kami Share dari Gus Rijal Mumazziq yang bisa Anda coba.

1. Kalau anak sedang marah dan nangis, didampingi & dibiarkan dulu sampai tuntas, sampe diam, lalu dipeluk n dielus rambutnya kemudian dinasehati dikit-dikit. Ada fase ketika anak mengalami tantrum dan dibutuhkan ketenangan dan kesabaran orangtua dalam meredakannya.

2. Kalau pengen sesuatu dan dia ngebet banget sampai nangis, dibiarkan dulu sampai reda. Lalu dijelaskan kalau misalnya kita tidak punya uang maupun belum punya waktu yang tepat, misalnya, atau alasan lain. Kita juga bikin perjanjian dengan anak dan mencatat kapan perjanjian tersebut dilaksanakan . Ini untuk melatih kepercayaan anak terhadap orangtua sekaligus memberi waktu bagi anak agar memahami bahwa tidak semua keinginan bisa dikabulkan sewaktu-waktu.

3. Kalau anak rewel dan ibunya marah, maka ayah harus menjadi pelindung yang memeluknya. Demikian pula sebaliknya. Kalau kedua duanya marah, kasihan anaknya karena dia merasa dimusuhi ortunya.

4. Kalau sedang marah, orangtua harus bisa menjaga mulutnya. Jangan sampai terlontar kalimat yang merendahkan martabat anak maupun statemen yang bisa menjadi doa buruk. Misalnya, dasar anak nakal. Huh, anak tidak berguna. Anak kok sulit dituturi. Anak kurangajar, dan sebagainya. Ingat lho ya, keberhasilan seseorang di masa depan ditentukan puluhan tahun sebelumnya. Para kriminal yang mendekam di penjara, kabarnya, di masa kecilnya seringkali mendapatkan kalimat-kalimat kasar dari orangtua. Misalnya, ada yang dikata-katai, "Kalau kamu nakal nanti dilaporkan ke polisi", "Jangan bikin masalah, nanti kamu dipenjara", dan kalimat-kalima sadis yang direkam alam bawah sadar si anak. Sebuah teror dan penghakiman dari keluarga. Mengerikan.

5. Setelah memarahi anak, ortu harus meminta maaf. Ini untuk mengajari bahwa meminta maaf adalah hal yang penting dan istimewa. Jangan gengsi meminta maaf kepada anak sambil memeluknya.

6. Jangan sekali kali membohongi anak karena akan membuatnya belajar jika berbohong itu boleh.

7. Karakter dasar anak dibentuk oleh karakter ayah. Di dalam Surat Luqman, Allah memberikan (in)formasi pendidikan dasar melalui dialog Luqman yang bijak dengan anaknya. Ayah menyapa dengan lembut tapi tegas kepada anaknya, ya-bunayya (duhai anakku), sekaligus meletakkan dasar ketauhidan, adab kepada orangtua, etika sosial, hukum sosial, hingga amar ma'ruf nahi munkar.

8............monggo bagi yang mau menambahkan tips lainnya. Ayo belajar menjadi orangtua yang baik untuk mendidik kids di jaman now. 
Advertisement

Advertisement