Kamis, 12 Oktober 2017

Survei: 6% Percaya Jokowi anti Islam, 67% Sebut Jokowi Pembela Islam


Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan sekitar 6% percaya Joko Widodo anti-Islam, meski mayoritas sebesar 67% menyebut Jokowi membela Islam dan 27% menyebutkan tidak mengetahuinya.

MusliModerat.net - Mayoritas rakyat Indonesia mengaku puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo namun -menurut sebuah survei- bukan jaminan untuk meraih kemenangan dalam pemilihan presiden 2019.
Soalnya masih ada sejumlah faktor kinerja dan nonkinerja yang dianggap bisa menghambat elektabilitasnya, seperti terungkap dalam survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 17-24 September 2017.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin, mengatakan survei menemukan masih ada masyarakat yang percaya bahwa isu nonkinerja -seperti kebangkitan PKI (Partai Komunis Indonesia), anggapan anti-Islam, dan memusuhi ulama- dapat mempengaruhi elektabilitas.
"Kalau kita lihat itu, kemudian kita crosstab sama pilihan capres efeknya luar biasa, mereka yang percaya Jokowi keturunan Cina, Jokowi dianggap memberikan jalan untuk kebangkitan PKI.

"Mereka itu betul-betul tidak mau milih Pak Jokowi, selain aspek-aspek rasional terkait dengan kinerja dan aspek teknokratik sebagai seorang presiden yang mengepalai dan memimpin pemerintahan. Mau tidak mau untuk memang 2019, Jokowi tidak cukup untuk mengandalkan ini," jelas Burhanuddin.

Dia menjelaskan dalam menentukan pilihan, pemilih tidak hanya didorong oleh rasionalitas tapi juga ada faktor nonkinerja, seperti yang juga terjadi di negara lain.
Sementara pakar sosiologi politik UGM, Arie Sudjito, juga menyebutkan kemungkinan isu SARA akan digunakan untuk 'melemahkan' Jokowi.
"Ya isu itu yang akan digunakan, isu pro-Cina, pro-PKI, dan isu sektarian seperti pengalaman pilkada Jakarta," jelasnya.

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan sekitar 6% percaya Joko Widodo anti-Islam, meski mayoritas sebesar 67% menyebut Jokowi membela Islam dan 27% menyebutkan tidak mengetahuinya.

Ketika pertanyaan tentang apakah Jokowi dianggap memusuhi ulama, ada 5% yang menyatakan setuju, 66% tidak setuju, sementara 9% sangat tidak setuju.
Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan masyarakat yang merasa puas dengan kinerja Joko Widodo mencapai 68,3% (60,39 cukup puas dan 7,95% sangat puas). Sementara faktor kinerja yang dianggap dapat 'melemahkan' elektabilitas Jokowi antara lain adalah angka kemiskinan, tingkat pengangguran dan juga sulitnya memperoleh bahan pokok.[mm]
Advertisement

Advertisement