Sabtu, 28 Oktober 2017

Presiden Jokowi Targetkan Bangun 3.040 Pesantren Rentang Waktu 2015-2018

MusliModerat.net -  Tiga tahun menjadi Presiden Republik Indonesia, tiga tahun pula saya rajin mendatangi pesantren-pesantren. Dari yang dekat-dekat seperti Pondok Pesantren An Nawawi Tanara di Banten, Al-Amien Prenduan di Madura, Nahdlatul Ulum di Sulawesi Selatan, sampai Pondok Pesantren Al-Musthafawiyah di Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Mengapa ke pesantren? Dalam rentang waktu 15 sampai 20 tahun mendatang, akan terjadi kompetisi global yang sangat sengit. Nah, pondok-pondok pesantren adalah tempat yang tepat untuk anak-anak muda, para santri, dididik para kiai dan guru dengan fondasi karakter yang baik dan kuat. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan 107 rumah susun pondok pesantren dalam rentang waktu 2015-2018. Jumlah unitnya 3.040 dan anggarannya mencapai Rp946,1 miliar.

Sepanjang 2015-2016, pemerintah telah merealisasikan sebanyak 43 menara yang terdiri dari 1.290 unit di 18 provinsi. Di antaranya adalah Rusun Ponpes Darul Ulum di Semarang, Rusun Ponpes Al-Hidayah di Banyumas, Jawa Tengah, Rusun Ponpes Nahdlatul Ulum di Maros, Sulawesi Selatan dan Rusun Ponpes Darul Hikmah di Tulungagung, Jawa Timur.

Pada tahun 2017 ini, tengah diselesaikan 660 unit rumah susun pondok pesantren di 22 lokasi dengan anggaran Rp214,8 miliar. Tahun depan, rusun ponpes yang akan dibangun sebanyak 40 tower di 40 lokasi dengan biaya pembangunan termasuk pengadaan meubeler senilai Rp320 miliar. Selamat Hari Santri Nasional 2017.
Advertisement

Advertisement