Selasa, 24 Oktober 2017

Menghina Ketum PBNU, Bupati Lampung Selatan di Demo Umat Islam

MusliModerat.net - Ratusan massa gabungan dari Front Muda Nahdliyin Lampung Selatan, PMII Bandar Lampung, Banser, PS. Pagar Nusa dan Generasi Muda Ansor menyambangi kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (23/10/2017).

Mereka menuntut Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan meminta maaf kepada keluarga Nahdlatul Ulama (NU) secara terbuka, atas penghinaannya terhadap pimpinan NU yang disampaikan pada peringatan hari santri kemarin.

Front Muda Nahdliyin menganggap Bupati Lampung Selatan salah cari lawan.

“Seorang bupati yang tidak tahu tentang NU tapi malah menghina pimpinan NU, Kiai Said Agil Siradj selaku simbol NU di seluruh Indonesia,” ucap Korlap aksi, Ardiansah.

Mereka menyatakan memberikan perlawanan dan mengutuk atas apa yang dikatakan bupati kemarin

“Bupati jangan pernah coba-coba menghina ulama NU kalau tidak akan berdampak buruk. Bupati jangan menjadi pemecah umat,” lanjut Ardiansah.


Massa menilai, kasus tersebut menjadi bukti bahwa Zainudin telah gagal dalam memimpin Kabupaten Lampung Selatan, karena ketidakmampuannya dalam mengayomi dan membimbing keberagaman umat  beragama.

“lni adalah bentuk pelecehan dan penghinaan terhadap warga Nahdliyin secara keseluruhan,” ungkap salah seorang peserta aksi. 

Massa mengancam akan melakukan aksi bergelombang jika dalam waktu 1x24 jam Bupati Lampung Selatan tidak meminta maaf secara lisan dan tulisan kepada seluruh warga NU se-lndonesia.

Untuk diketahui, Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan, dalam sambutan perayaan hari santri nasional yang digelar di lapangan Cipta Karya Lampung Selatan, Minggu (22/10/2017) kemarin, diduga melontarkan ucapan provokatif dan menghina Ketua PBNU Said Agil Siradj.

Pernyataan itu sontak melukai perasaan semua warga Nahdliyin Provinsi Lampung terutama Santri.

Hari Santri Nasional adalah sebuah penghargaan Negara atas dedikasi santri yang telah ikut serta dalam memperjuangkan dan mempertahankan NKRI.[suarapedia.com]
Advertisement

Advertisement