Jumat, 06 Oktober 2017

Mengenang Peran Cikal Bakal TNI "Hizbullah dan Sabilillah" yang tak Tercatat Sejarah

MusliModerat.net - 14 Oktober 1944, atas prakarsa KH. Hasyim Asy'ari (ketua Masyumi dan Rais Akbar NU) lahirlah lasykar Hizbullah dan Sabilillah. Lasykar Hizbullah dipimpin oleh KH. Zainul Arifin Pohan (Ketua Konsul NU Jakarta waktu itu) dan Sabilillah dipimpin oleh KH. Masykur (salah satu pimpinan PBNU kala itu) dan mendapat latihan kemiliteran oleh Jepang di Cibarusah, sebuah desa di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Para santri pesantren dan anggota Ansor NU (ANU) adalah pemasok paling besar dalam keanggotaan Hizbullah.

Peran Hizbullah dan Sabilillah cukup strategis dan penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Mereka terjun di banyak palagan, seperti pertempuran Ambarawa, Pertempuran 10 November di Surabaya, Pertempuran 5 hari di Semarang, dan lain sebagainya. Penumpasan pemberontakan PKI Muso tahun 1948 juga atas peran Hizbullah dan Sabilillah bersama Divisi Siliwangi.

Namun, ironisnya peran Hizbullah dan Sabilillah tak pernah tercatat dalam buku-buku pelajaran sejarah sekolah negeri ini. Tapi, para santri dan kiyai tak pernah protes apalagi demonstrasi menuntut untuk ditulis dalam lembaran sejarah bangsa ini. Bagi santri dan kiyai, tak penting apakah peran mereka dalam mempertahankan kemerdekaan diakui atau tidak; juga tak penting apakah peran mereka melahirkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diakui atau tidak. Mereka tak mementingkan semua itu, karena mereka berjuang semata-mata hanya mengharapkan ridho Allah.

Dirgahayu TNI ke 72....
JAS HIJAU (Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama)
Satu lagi, tetap di barak untuk jaga NKRI, jangan berpolitik..

Dishare dari Muhammad Imaduddin
Advertisement

Advertisement