Rabu, 18 Oktober 2017

Melawan Provokator Istilah "Pribumi"

MusliModerat.net - Setelah saya membaca tuntas sambutan Pak Anies, maka tidak ada alasan bagi saya untuk tidak sepakat dengan Gubernur baru kita ini dan saya menyatakan tidak ada masalah dengan pidato beliau. Pak Anies hanya menyatakan bahwa dahulu kaum pribumi ditindas oleh Penjajah. Ia hanya ingin mengingatkan bahwa Jakarta adalah milik semua, bukan milik segelintir orang "berduit" yang seenaknya menguasai ekonomi Jakarta. Dengan kata lain, Anies ingin menyampaikan, jika hanya segelintir orang yang menguasai itu berarti penjajahan gaya baru. Dan ini tidak boleh terjadi.

Jadi, jika ada yang melaporkan Pak Anies ke polisi karena pidatonya ini, maka saya menyebut ini tindakan konyol. Ini membuktikan bahwa mereka belum move on dari kekalahan pada pilgub kemarin. Politik kekanak-kanakan.


Sebaliknya, juga tidak benar bahwa kata pribumi yang dimaksud oleh Anies itu dipahami oleh kelompok Penebar SARA sebagai lawan dari etnis tionghoa. Kemudian menjadi legalitas atas kebencian kepada etnis tertentu yang dianggap sebagai bukan pribumi. Apalagi sampai membuat meme dengan tulisan "HIDUP PRIBUMI" kemudian diviralkan. Ini namanya provokasi untuk memecah belah bangsa. Dan ini harus kita lawan.

Korupsi, monopoli, kekerasan, pembunuhan, terorisme, dan kejahatan-kejahatan lainnya adalah soal perilaku individu, tidak ada kaitannya dengan etnis atau agama tertentu.

Dishare dan disunting dari Muhammada Imaduddin
Advertisement

Advertisement