Minggu, 22 Oktober 2017

Mana yang Lebih Dekat Orang Tua Zaman Now, HP atau Anak?

MusliModerat.net - Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Ida Fauziyah mengungkapkan tentang pentingnya sebuah ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan zaman dan perubahan sosial.

Menurut Ida, di antara tantangan zaman sekarang ini, ialah derasnya arus teknologi informasi. Kemajuan teknologi informasi, katanya, sangat berpengaruh terhadap pola komunikasi suami istri dan antara orang tua dengan anaknya.

Ia menyampaikan hal itu pada acara Festival Keluarga Maslahah, dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LKKNU di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu (21/10).

“Komunikasi terasa sangat lancar berkat kecanggihan teknologi infromasi meskipun pada jarak berjauhan tetapi kecanggihan komunikasi itu tidak akan pernah bisa mewakili kehangatan dan dekapan orang tua terhadap anak. Pelukan hangat orang tua pasti sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita,” terang perempuan kelahiran Mojokerto, Jawa Timur ini.


Pada acara yang bertema “Membangun Keluarga Membangun Bangsa” ini, Ida mengatakan tentang dampak negatif terhadap keluarga jika tidak pandai menggunakannya dengan bijak.

Perempuan 48 tahun ini pun mengungkapkan sebuah kasus tentang seorang anak yang mempunyai cita-cita menjadi handphone dengan alasan agar terus dekat dengan orang tua dan cepat mendapat respon setiap permaslahan yang disampaikan. Seperti handphone yang cepat diangkat kalau ada pesan atau panggilan masuk.

"Cita-cita" itu merupakan sindiran kepada orang tua zaman sekarang tentang mana yang lebih dekat bagi mereka, apakah anak atau telepon genggam. “Itu fenomena yang saya kira (dipicu oleh) derasnya teknologi informasi yang sampai tidak bisa menghindarkan, dan tidak bisa mewakili kehangatan ortu terhadap anak,” katanya.

Pada acara yang diselenggarakan selama dua hari (21-22/10) ini, hadir Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faisal Zaini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK RI) Puan Maharani, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Puto Sandjojo, Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suaib Thahir, Sekretaris LKKNU Alissa Wahid, dan lain-lain. (Husni Sahal/Mahbib/NU Online)
Advertisement

Advertisement