Rabu, 04 Oktober 2017

Luar Biasa !! Yayasan Muslimat NU Ini Kelola 23 TK di Pulau Terluar Berbatasan Filipina

Yayasan Pendidikan Muslimat NU Bina Bakti Wanita mengelola pendidikan PAUD dan TK sebanyak  23 unit yang tersebar di 13 kecamatan di kabupaten terluar yang berbatasan dengan wilayah negara Filipina ini, yang menarik di salah satu TK yang dikelola Yayasan Muslimat Berau. Di TK ini ada nonmuslim yang rela didik secara Islam.

MusliModerat.net - Yayasan Pendidikan Muslimat NU Bina Bakti Wanita di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur mengelola pendidikan PAUD dan TK sebanyak  23 unit yang tersebar di 13 kecamatan di kabupaten terluar yang berbatasan dengan wilayah negara Filipina ini.

Salmah, sekretaris yayasan ini mengatakan, masing-masing PAUD/TK tersebut mandiri secara managemen dan pendanaan. "Untuk materi dan kurikulumnya dikelola dan dikontrol secara terpusat oleh yayasan," katanya ditemui NU Online akhir September 2017 lalu.

Pengelolaan Yayasan Muslimat ini dilakukannya bersamaan dengan aktifitasnya sebagai penyuluh agama Islam di lingkungan Kementerian Agama.

Aktivitas sebagai penyuluh memungkinkan dia untuk menjangkau medan yang susah. Salmah yang pada 2010 mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang penyuluh teladan tingkat nasional menceritakan pengalamannya menyuluh di daerah terluar Indonesia yang berbatasan dengan wilayah Filipina.

“Saya memang lebih suka (melakukan penyuluhan) di kampung-kampung,” katanya. Dia merasa perihatin tempat mereka jauh dan kurang mendapat siraman rohani.

Salmah bertugas untuk wilayah Kecamatan Maratua. Dari Kantor Kemenag Berau, Kalimantan Timur, perjalanan darat ke satu titik ditempuh selama 5-6 jam. Jika ia dan rombongan berangkat dari pukul 6 pagi, lalu sampai di tempat penyuluhan, maka kira-kira pukul 11 malam ia baru sampai ke rumah bersama keluarga.

“Medannya lumayan. Itu baru satu titik. Kalau melanjutkan ke titik lain, harus bermalam. Maka kadang-kadang baru bisa ke satu titik dua minggu sekali saja,” katanya.

“Kalau ia melanjutkan ke Pulau Maratua, mengendarai speedboat, butuh waktu perjalanan laut selama 3 jam. Kalau naik kapal kapal malah butuh waktu satu hari dan harus menginap,” katanya.

Dari Pulau Maratua  masih ada kampung lagi yang terpencil di tengah laut. Namanya Kampung Teluk Alulu. Para penyuluh harus menyewa speedboat lagi untuk melanjutkan perjalanan. Ini pulau yang terjauh dan cukup dekat dengan Filipina.

Ia mengatakan, sebagai penyuluh, aktifvitasnya sebagai pengurus NU yang mempunyai jaringan luas ke bawah sangat membantunya dalam mengelola tempat-tempat binaan yang cukup jauh dan medan yang lumayan susah. Selain mengelola Yayasan pendidikan TK/PAUD Muslimat, Salmah masih terdaftar sebagai Ketua Cabang Fatayat NU Kabupaten Berau, Kalimantan Timu.

Yayasan Pendidikan Muslimat NU Bina Bakti Wanita sendiri dipimpin oleh Hj Seri Marawiah Makmur, isteri bupati Berau periode 2005-2015 yg juga adalah penasehat PC Muslimat NU. "Beliau sangat besar kontribusinya dalam pengelolaan Yayasan ini," kata Salmah.

Ia menambahkan, ada satu lagi yang menarik di salah satu TK yang dikelola Yayasan Muslimat Berau. Di TK ini ada nonmuslim yang rela didik secara Islam. 

"Jadi kita menemukan keberagaman yang indah. Anak-anak TK sudah diajarkan mengenai keberagaman sehingga tidak menjadi radikal," pungkasnya. (Anam/NU Online)
Advertisement

Advertisement