Sabtu, 14 Oktober 2017

Lagi, Dua Wanita Memeluk Islam di PBNU dan Ingin jadi Warga NU

MusliModerat.net - Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) untuk ke sekian kalinya membimbing Non-Muslim mengikrarkan dua kalimat syahadat. Kali ini dua orang perempuan bernama Tjindrawati (54) dan Tan Ke Moy (65) memilih NU sebagai tempat ikrarnya menjadi Muslimah pada Jumat (13/10) di Kantor LD PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Seusai dibimbing salah satu Pengurus LD PBNU, KH Nur Hasyim Ilyas, Tjindrawati mengungkapkan kebahagiaannya setelah resmi menjadi Muslimah. Perempuan yang saat ini tinggal di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu ingin meneruskan perjuangan suaminya yang juga bergama Islam.

“Senang sekali, soalnya suami saya yang sudah meninggal juga seorang Muslim. Saya bertekad semaksimal mungkin belajar Islam secara mendalam ke depannya,” ujar Tjindrawati diamini Tan Ke Moy.

Tjindrawati saat ini bekerja sebagai wiraswasta di daerah Glodok Jakarta Barat ini mengaku harus berkompromi dengan keluarga terlebih dahulu sebelum ikrar syahadat. Ia merupakan satu-satunya yang beragama Islam di dalam keluarganya yang sekarang sebagian besar beragama Buddha.

“Pada akhirnya mereka mengizinkan dan diserahkan ke diri pribadi masing-masing,” ungkap ibu satu anak ini.

Setelah resmi menjadi mualaf, Tjindrawati bertekad menjalankan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya, baik shalat lima waktu, puasa, dan lain-lain.

“Kami memilih NU untuk mengikrarkan syahadat karena kami mengetahui NU mempunyai pandangan keagamaan yang baik,” terang perempuan kelahiran Padang, Sumatera Barat ini. 

Sementara itu, KH Nur Hasyim Ilyas mengatakan, dengan menjadi Mualaf, kedua perempuan yang dibimbingnya itu didorong menyesuaikan dengan ajaran-ajaran Islam, baik soal cara berpakaian, makanan, dan menunaikan kewajiban-kewajiban ibadah.

“Belajar bertahap, tidak harus sekaligus 100 persen berubah. Cari guru yang tepat dalam membimbing dan belajar agama Islam,” ujar Kiai Nur Hasyim sesaat setelah membimbing mengikrarkan dua kalimat syahadat. (Fathoni/NU Online)
Advertisement

Advertisement