Jumat, 20 Oktober 2017

Klarifikasi KH Yahya Cholil Staquf terkait Status facebook "Ndoro"

MusliModerat.net - Klarifikasi Terkait Status Facebook KH. Yahya Cholil Staquf Melalui Kiai Zaenal Maarif

Gus Yahya adalah sahabat sekaligus guru Kiai Zaenal Maarif Rembang. Klarifikasi ini disampaikan oleh Kiai Zaenal setelah menemui langsung Gus Yahya.

"Jadi begini, ah nggak ah, paling paling kalian juga tetap menyangkalnya, intinya Nusantara yang bernasab kepada Semar itu dipandang lebih rendah martabatnya dari para Ndoro di Arab sana, sehingga para Ndoro itu kurang respek dengan pengalaman Bani Semar yang telah sekian ratus tahun dijajah ndoro londo.

Syiria, Turki, Yaman, Lebanon, Marokko, Irak, Iran, Mesir, Qatar, Saudi, apakah di sana kekurangan para Ndoro yang berkemampuan menghimpun kaum Sudra untuk mencegah ribuan nyawa kaum Muslimin yang pecat dari kasadnya dengan alasan yang membingungkan?

Kaum Muslimin itu hanya dimanfaatkan oleh kaum kuffar memerangi kepentingan kaum kuffar yang lain. Dan asal tahu saja, yang memborbardir San'a itu adalah tentara elit yang disewa dari Columbia, mereka bukan Muslim.

Setelah Soviet ditumbangkan, donatur itupun pergi begitu saja dari Afghanistan, selanjutnya kaum Muslimin tetap melanjutkan saling goroknya hingga sekarang.

Beliau adalah guru saya, dan saya cukup kenal dengan apa yang berkecamuk di dadanya.
Intinya, 'Ndoro' itu bukan 'Habib Umar bin Hafidz', kalian saja yang terjangkiti virus ashobiyah, sehingga dengan amat tergesa-gesa berkomentar lucu, bukankah banyak para tokoh Timur Tengah yang telah wira-wiri datang ke sini sebelum Habib Umar? Dan tak ada satupun dari para Ndoro itu yang ingin mengupayakan mengakhiri konflik di negaranya, seakan para Ndoro itu telah berputus asa, dan datang ke sini dalam rangka piknik.

Ingatlah sodara, kemarahan adalah gerbang pertama kemanusiaan terlecehkan. Kalian akan lebih kualat jika melecehkan guruku ini yang air matanya tak henti-hentinya meneteskan untuk ummat Islam yang semakin hari semakin mudah dipermainkan nyawanya.

Dishare dari Ki Syaroni Asyamfuri
Advertisement

Advertisement