Selasa, 24 Oktober 2017

Kirab Santri Tebuireng Diwarnai dengan Bendera Merah Putih, bukan Bendera Khilafah

MusliModerat.net - Setelah dilangsungkannya Apel Bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Minggu (22/10/17), Pesantren Tebuireng beserta pengurus, guru, karyawan, seluruh Unit Pendidikan Pesantren Tebuireng, serta santri di sekitar wilayah Tebuireng, seperti Madrasatul Quran, Al-Mahfudz, dan Al-Farros, melangsungkan Kirab Santri yang diberangkatkan dari Kawasan Makam Gus Dur (KMGD) dan berakhir di halaman pesantren masing-masing.


Bendera merah putih tampak berkibar pada barisan terdepan yang dibawa oleh Santri Madrasatul Quran. Kirab santri tersebut diberangkatkan langsung oleh KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), yang juga disambut meriah dengan iringan drumband oleh SMA A. Wahid Hasyim.

Meski kirab agak terganggu dengan adanya bis peziarah yang hendak masuk parkiran KMGD, namun hal itu tentunya tidak melunturkan semangat santri dalam mengikuti kirab santri ini.


Antusiasme santri dalam mengikuti Apel Bersama dan Kirab Santri ini juga dibuktikan dengan ramainya bendera merah Putih dikibarkan.

Ini wujud nasionalisme santri, walau tiap hari pelajari Ilmu Agama Islam tapi nasionalisme santri saat kuat, mereka kibarkan bendera Merah putih bukan bendera Khilafah.

Selain itu, momen HSN ini juga dimanfaati oleh Pengurus Fordisaf untuk menyebarkan dan membagikan stiker ucapan selamat yang dicetak kurang lebih 750 buah kepada seluruh santri yang mengikuti Apel dan Kirab Santri itu.

Untuk diketahui, dalam apel dan kirab santri kali ini ada sekitar 5000 santri yang ikut serta memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga siang tadi.[mm/ti/ed]
Advertisement

Advertisement