Sabtu, 21 Oktober 2017

KH Syaroni Ahmadi: Resolusi Jihad itu Melawan Penjajah, bukan Melawan Kafir

MusliModerat.net - KH Sya’roni Ahmadi menegaskan, perjuangan Nahdlatul  Ulama sangat besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada tahun 1945, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari menggelorakan jihad fi sabilillah guna melawan penjajah.

“Resolusi  jihad itu untuk melawan penjajah bukan melawan orang kafir. Semangat jihad sangat luar biasa untuk meraih kemerdekaan bangsa ini," ujarnya saat memberikan tausiyah tasyakuran harlah ke-91 NU di aula MANU Banat Kudus, Tahun 2014 lalu.

Pada waktu jihad, kata Mbah Sya’roni, tidak hanya kiai NU saja melainkan ada pejuang dari kelompok lain seperti Muhammadiyah, Katolik, Kristen, dan lainnya . “Makanya bukan Negara Islam Indonesia (NII) tetapi NKRI. Ini sudah betul. Kalau pakai NII berarti Indonesia hanya milik orang Islam saja , ini salah,” tandasnya.


Dalam acara yang diselenggarakan PCNU Kudus itu, KH Sya’roni lebih banyak mengisahkan perjuangan kiai-kiai NU pada zaman penjajah. Dalam berjuang, tuturnya,  para kiai NU mendirikan organisasi Sabilillah yang dipimpin K. Masykur dan Laskar Hizbullah di bawah komando KH Zaenal Arifin.

“Pada masa itu, banyak para kiai NU yang harus rela dipenjara seperti yang pernah dialami KH Hasyim Asy’ari,” ujar ulama kharismatik ini.

Mbah Sya’roni juga menuturkan tokoh dan kiai NU Kudus juga banyak ikut berjuang dengan bergabung menjadi Laskar Hizbullah dan Sabilillah. Di antara kiai Kudus itu adalah H. Ahmad Thoha, dan Hizbullah seperti KHR Asnawi, KH Arwani dan KH Turaikhan serta KH Sya’roni sendiri . Mereka ini juga pernah merasakan tahanan pada zaman penjajah.

“Kalau ada yang bilang kiai-kiai NU Kudus tidak pernah berjuang itu tidak benar, berarti ia belum lahir,” kata Mbah Sya’roni berseloroh.

Tasyakuran harlah ke-91 NU ini dihadiri seluruh jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus. Acaranya dikemas secara sederhana,  yakni pembacaan tahlil untuk para pendiri NU dan pembacaan manaqib Syech Abdul Qodir Jaelani, serta mauidlah KH Sya’roni.

Jumat malam (16/5), peringatan harlah dilanjutkan dengan haflah dzikir dan maulidur rasul yang dikemas dengan peringatan haul KH Hasyim Asy’ari dan 100 hari wafatnya KH Sahal Mahal Mahfudz. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Agung Kudus yang dimulai pada pukul 19.00 WIB. (Qomarul Adib/Mahbib)


sumber : nu.or.id

Advertisement

Advertisement