Senin, 23 Oktober 2017

KH Masykur Ali: Santri Tak Pernah Absen Mengawal NKRI

MusliModerat.net - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi menggelar Tasyakuran dan Parade Santri, yang di ikuti oleh Majelis TPQ se-Kabupaten Banyuwangi.

Beretempat di depan Kantor PCNU Banyuwangi, acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, dan GP Ansor.

Dalam sambutanya KH Masykur Ali kembali menegaskan, bahwa kaum santri tidak pernah absen dalam mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia, sejak era perjuangan kemerdekaan hingga mempertahankan kemerdekaan.

"Pada tahun 1936 pada muktamar NU Banjarmasin, kaum santri telah menyepakati bentuk negara apa yang akan dipilih ketika Indonesia merdeka nanti. Luar biasa kaum santri tidak memilih bentuk negara islam melainkan, Darussalam (negara damai). Hal ini mengindikasikan bahwa kaum santri telah mampu melihat fenomena sosial politik secara cermat sehingga mengahsilkan rumusuna bentuk negara yang hingga kini dipakai," ungkap Kiai Masykur.


Selain itu, Kiai Masykur juga menyinggung jasa santri yang lain. Dalam perjalanan sejarah kaum santri mampu menjadi penetralisir keadaan politik ketika kaum radikal yang hendak mendelegimasi kepmemipinan Sukarno sebagai pemimpin Negara yang sah. 

Hal yang dilakukan oleh kaum santri adalah dengan memberikan gelar Waliyul Amri Bissyaukah (pemimpin dalam keadaan darurat) sehingga umat islam Indonesia kala itu, tidak terpengaruh dengan dengan doktrin dari PII yang menghendaki negara Islam.

"Lagi-lagi kaum santri mampu menjadi pelindung NKRI, ketika golongan radikal hendak melakukan pemberontakan dan tidak merima Soekarno sebagai pemimpin yang syah." lanjut Kiai Masykur

Ketua PCNU tersebut juga menyampaikan, dalam perdebatan sengit PPKI terkait sila pertama, utusan santri melalui KH Abdul Wahid Akhwan menjadi penjembatan anatar golongan Islam dengan Golongan Nasionalis untuk memberikan jalan tengah, sehingga disepakati penghapusan tujuh kata dalam sila pertama. 

Selanjutnya NU dan kaum santri menjadi organisasi sosial kemsayarakatan pertama yang menerima Pancasila sebagai asas Tunggal.

Dalam kesempatan ini Kiai Masykur berpesan kepada seluruh santri yang hadir, agar tidak pernah melupakan sejarah para ulama dan santri di masa lalu, yang telah menorehkan tinta emas sejarah. 

Sealain itu Kiai Maskur juga mendorong agar seluruh santri memiliki tekad yang dalam mengawal NKRI, tentu dengan tantangan dan cara yang berbeda.

"Lihatlah semangat juang santri di masa lalu, agar anda sekalian memiliki semangat yang berlipat untuk terus belajar demi memberikan sumbangsih positif kepada agama, nusa dan bangsa," pungkas Kiai Masykur. (Ibnu/Fathoni/NU Online)
Advertisement

Advertisement