Sabtu, 28 Oktober 2017

Keterlaluan! Jambret Berpenampilan Kyai Ini Berkeliaran di Jawa Timur, Lihat Aksinya yang Terekam CCTV

MusliModerat.net - Meskipun ada ungkapan “Jangan menilai buku dari covernya”, namun mayoritas masih mengutamakan penampilan mereka. Bahkan gaya seseorang berpakaian menjadi hal yang paling penting untuk mendapatkan perhatian masyarakat di sekitar.


Namun tak ada salahnya memupuk rasa waspada terhadap orang-orang yang berkeliaran di sekitar dengan menunjukkan penampilan mereka yang mengesankan. Pasalnya, baru-baru ini sebuah aksi keterlaluan terekam kamera CCTV yang kemudian menjadi viral di media sosial, diwartakan Grid.Id.

Akun Facebook bernama Bentarani Suwardi mengunggah sebuah video yang membuat geram warganet. Bagaimana tidak. Terlihat jelas dalam rekaman tersebut, seorang pria berpakaian layaknya kyai, namun tidak menunjukkan kelakuan sebanding dengan penampilannya.

Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah mobil yang membawa pria mirip kyai tersebut da nada seorang lainnya yang menjadi sopir. Awalnya tak ada hal mencurigakan. Si pria terlihat seolah tengah menanyakan arah jalan pada seorang nenek yang mereka temui di jalan.


Tentu saja si nenek memberikan jawaban dengan baik sembari menunjukkan arah. Namun aksi si pria tak berhenti sampai di situ. Tampak keduanya menghabiskan waktu cukup lama untuk berbincang. Kemudian tanpa diduga si sopir merebut barang si nenek.

Usai mendapatkan barang jarahan, para jambret tersebut langsung tancap gas melarikan diri. Sayangnya masih belum dapat diketahui di mana lokasi kejadian penjambretan yang dilakukan oleh pria berpenampilan seperti kyai tersebut.


Namun ternyata aksi penjambretan seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Kejadian serupa pernah dialami Warisah (51), seorang warga Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung. Lataran mengalami kejadian tersebut, ia mengaku masih trauma.

Warisah menuturkan bahwa dirinya dihabisi oleh pelaku yang berjumlah tiga orang yang kemudian langsung merampas semua perhiasan di badannya. Lebih lanjut  ia mengisahkan bagaimana insiden penjambretan yang menimpa dirinya bermula.


“Ada tiga orang laki-laki yang turun dari mobil itu. Mereka bertanya arah desa Pagersari,” ujar Warisah yang ditemui di kediamannya, Kamis (26/10) untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait penjambretan atas dirinya tersebut, seperti Grid.Id, Jumat (27/10/2017).

Yang membuat Warisah heran adalah, meski ia sudah memberikan petunjuk arah kepada para pria tersebut, namun mereka tak segera pergi meninggalkan lokasi. Mereka bahkan menawarkan Warisah untuk didoakan agar mendapatkan barokah dalam hidupnya. Namun Warisah menolak.

“Dandanannya memang pakai jubbah seperti kyai. Saya tidak mau didoakan karena merasa tidak perlu dan aneh dengan tawaran itu,” tambah Warisah yang mengaku tiba-tiba para pria itu menyeret tubuhnya masuk ke dalam mobil yang langsung melaju ke arah Desa Pagersari.

Tiap kali dirinya berteriak minta tolong, para pelaku segera memukulinya menyuruhnya untuk bungkam. Bahkan seorang pria melepaskan sorban untuk diikatkan ke mulut Warisah. Mereka lantas melucuti kalung dan cincin emas dengan total berat mencapai 25 gram.[suratkabar.id]
Advertisement

Advertisement