Minggu, 08 Oktober 2017

Jenderal Gatot: TNI Diadu dengan Polri Supaya Kita tak Konsentrasi dengan Pembangunan

MusliModerat.net - Panglima TNI Gatot Nurmantyo akhirnya buka suara terkait isu impor 5000 senjata ilegal yang menghebohkan belakangan ini. Panglima menyebut, ada sekelompok pihak yang sedang berusaha mengadu domba dengan memanfaatkan isu impor 5000 senjata.

Ia menduga, adu domba tersebut merupakan bentuk proxy war agar negara tidak fokus.

“Salah satu incaran dari proxy war itu adalah sumber daya di Indonesia,” ungkap Jenderal Gatot saat memenuhi undangan di Gedung PP Muhammadiyah, Mentang, Jakarta, Jumat (6/10).

Sejumlah negara tersebut, lanjut Gatot, diyakininya tidak suka lantar Indoneisa memiliki kekayaan sumber pangan, sumber energi dan sumber air.

“Jadi kita diadu, diacak-acak, supaya kita tak berkonsentrasi dengan pembangunan,” lanjutnya.

Saat ini, sambung Gatot, yang harus dilakukan adalah masyarakat Indonesia harus sadar tinggal di negara yang kaya dan punya segalanya.

Ia pun mengingatkan konflik Arab Spring yang sudah berhasil mengancurkan Irak Suriah, Libya dan Tunisia sebagai salah satu contohnya.

Meski tak menyebut negara dimaksud, Gatot menyebut bahwa negara-negara dimaksud itu memanfaatkan isu teroris untuk menguasai sumber daya incarannya.

Menurutnya, negara-negara dimaksud itu sejatinya bukan sedang mencari keberadaan teroris.

“Itulah contoh gimana proxy war berhasil. Alasan memburu ISIS bohong, yang dicari minyak,” tegas Gatot.

Oleh karena itu, Gatot berharap para ulama bisa membantu agar masayarakat sadar akan bahayanya perpecahan yang diakibatkan oleh upaya adu domba itu.

Gatot meminta ulama mampu membentuk serta menjaga persatuan umat agar tetap bersatu.[beritahati]
Advertisement

Advertisement