Rabu, 04 Oktober 2017

Jangan dicontoh, Seorang Imam Masjid di Mesir Nikahi 27 Gadis di Bawah Umur

MusliModerat.net - Seorang imam masjid di Mesir menerima tuduhan telah menikahi puluhan gadis di bawah umur. Hal itu diungkap oleh otoritas administratif setempat yang memantau pegawai negeri sipil, termasuk imam masjid.

Hukum Mesir melarang praktik pernikahan resmi baik oleh pia atau wanita di bawah usia 18 tahun. Meskipun, negari Piramida ini tidak melarang perkawinan tak terdaftar alias siri.

"Kejahatan (pernikahan di bawah umur) itu masuk dalam kategori kasus perdagangan manusia," kata Mohamed Samir, juru bicara otoritas tersebut, Senin (2/10), seperti dilaporkan AFP.

Samir mengatakan, imam itu diduga terlibat dalam perkawinan hampir 27 gadis di bawah umur. Ulama yang tak disebutkan namanya itu diketahui menjadi imam Masjid El-Arbaeen di Desa Meet Habeeb di Provinsi Delta Nil, Al-Gharbiya, utara Kairo.

Akibat perbuatannya ini, pemerintah Mesir melarang sang imam berceramah di atas mimbar, termasuk juga memimpin shalat jamaah di masjid. 

Berita tentang kasus ini mencuat setelah Presiden Abdel Fattah al-Sisi mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya anak di bawah umur yang sudah dinikahi. "Saya terkejut, jumlah anak 12 tahun yang sudah menikah tidak kecil," kata Sisi.

"Ini adalah sesuatu yang menyakitkan saya dan menyakiti hati nurani siapa pun yang peduli dengan putra dan putri mereka," tambahnya.

Kepala biro statistik Abo Bakr el-Gendy, Sabtu kemarin, menyampaikan bahwa berdasarkan sensus 2017, jumlah anak perempuan di bawah 18 tahun yang sudah menikah mencapai 118.000 jiwa.  (Red: Mahbib/NU Online)
Advertisement

Advertisement