Selasa, 17 Oktober 2017

[Habib Umar bin Hafiz] Dakwah itu Tidak dengan Kalimat "Bunuh atau Habisi"

MusliModerat.net - Hakikat keistimewaan dalam Islam adalah dengan memerdekakan nafsu kita dan juga memerdekakan orang lain dari jajahan nafsu-nafsunyanya mereka sendiri.

Allah telah menyebutkan kepada kita tentang perkara DAKWAH KEPADA ALLAH dengan cara metode dakwah yang diterima oleh Allah Subhanahuwata'ala yang bermanfaat bagi masayarakat.
Yang pertama hatinya dipenuhi dengan Ta'dzhim (pengagungan) kepada Allah Ta'ala dan tidak berharap kecuali hanya kepada Allah.

Sesungguhnya Allah Ta'ala mengatur slogan ini di lidahnya Para Rasul seperti tercantum dalam Al Qur'an 
ما أسألكم عليه من أجر إن أجري إلا على رب العالمين
"Sesungguhnya Aku tidak meminta dari kalian wahai umat upah apapun juga, Sesungguhnya upahku ditanggung oleh Allah, oleh Allah yang menciptakan alam semesta." (QS Asy- syu'ara: 164)

Allah Ta'ala memuji orang-orang yang menyampaikan Risalah yang takut kepada Allah dan tidak mengenal rasa takut melainkan hanya kepada Allah, dan sungguh sebaik-baik tempat bersimpuh hanyalah kepada Allah.

Sesungguhnya orang-orang yang pantas untuk menyandang jabatan berdakwah di jalan Allah Ta'ala adalah orang-orang yang hatinya tidak berharap melainkan hanya kepada Allah.
Dan selama di dalam hati masih ada titik harapan kepada selain Allah maka pasti dia tidak akan selamat dari kekacauan dalam dakwahnya, baik disadari maupun tanpa disadari ada kepentingan demi sesuatu yang diharapkan selain Allah atau demi kekhawatiran selain khawatir kepada Allah.

Dan kita pun membaca wahyu Allah di dalam metode dakwah yang benar.
Allah memerintahkan kepada Nabi Musa dan Nabi Harun, 
اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا
"Pergilah kalian berdua kepada Fir'aun, sampaikan dakwahku, dan ucapkan kepada dia dengan penyampaian yang lembut". (QS. Thaha : 43-44).

Sesungguhnya akal-akal yang berpikiran bahwa 'Sesungguhnya engkau belum melaksanakan nahi mungkar apabila engkau tidak berucap dengan kata-kata yang kasar dan keras", maka ucapan dan pemikiranmu itu bertentangan dengan Wahyu-Nya Allah.

Lihat wahyu Allah tentang metode dakwah ini, ketika mengatakan Fir'aun telah berbuat hal-hal yang jahat dan melewati batas, seharusnya setelah kalimat ini 'kasari dia', atau 'bunuh dia' atau 'habisi dia', tidak, tetapi justru sikap kalian metode ucapan adalah ucapan yang lembut, kemudian metode hati adalah dengan harapan agar dia akan menjadi takut, akan menjadi khusyu', dan akan menjadi sadar.

Di dalam ayat yang lain disebutkan 
اذْهَبْ إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى
"Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan batinmu ?", Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?" (QS. An Nazi'at : 17-19)

Bahkan cara ucapan pun diajarkan oleh Allah melalui wahyu kepada Para Nabi-Nya.
Ketika Nabi Musa disampaikan pengaduan dari kaumnya, "Kami sudah diganggu (Fir'aun) dari sebelum engkau datang, kami diteror oleh Fir'aun," maka Nabi Musa mengatakan kepada mereka, "Sabarlah kalian kelak barangkali Allah akan merubah keadaan kalian menuju keadaan yang lebih baik."

Nabi Musa berkata kepada kaumnya, "Mintalah pertolongan kepada Allah Subhanahuwata'ala dan bersabarlah kalian, sesungguhnya Allah menolong hamba-hamba yang dikehendakinya, dan sesungguhnya hasil akhir kemenangan hanya bagi mereka orang-orang yang bertakwa".

Sesungguhnya perkara AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR adalah kewajiban yang penting sampai hari kiamat, tetapi tinggal bagaimana tentang metode dan caranya.
Apabila engkau memerintahkan orang lain untuk berbuat hal yang ma'ruf (yang baik) maka perintahkan dengan cara yang ma'ruf pula.

Dan apabila engkau mencegah orang lain dari perbuatan yang mungkar, maka cegahlah mereka dengan cara yang ma'ruf (yang baik), bukan mencegah kemungkaran dengan cara yang mungkar juga.

- Kutipan Ceramah Habib Umar bin Hafidz Dalam Acara Jalsatuddu'ah pertama di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Ahad Malam Senin, 15 Oktober 2017

Ceramah Lengkap Disini
Advertisement

Advertisement