Selasa, 17 Oktober 2017

[Habib Umar bin Hafidz] Nahi Munkar itu tidak Dengan Mencaci Maki dan Provokasi Massa

MusliModerat.net - Sesungguhnya perkara AMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR adalah kewajiban yang penting sampai hari kiamat, tetapi tinggal bagaimana tentang metode dan caranya.
Apabila engkau memerintahkan orang lain untuk berbuat hal yang ma'ruf (yang baik) maka perintahkan dengan cara yang ma'ruf pula.

Dan apabila engkau mencegah orang lain dari perbuatan yang mungkar, maka cegahlah mereka dengan cara yang ma'ruf (yang baik), bukan mencegah kemungkaran dengan cara yang mungkar juga.

Ketika beberapa ulama-ulama salaf dahulu menyaksikan bagaimana masyarakat menggosipkan 'Hajjaj'(pemimpin yang Dzalim waktu itu) yang banyak membunuh umat Islam, mendzholimi umat Islam, dengan Ghibah, maka para ulama dan Kaum Sholihin itu berkata "Sesungguhnya Allah akan menuntut Hajjaj atas Kedzholiman yang dahulu dia lakukan, sebagaimana Allah akan menuntut orang yang mendzholimi Hajjaj dengan mencaci dan menggosipkan Hajjaj".

Dulu di masa Hajjaj, ada sekelompok Sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mereka tidak memahami makna mencegah dari kemungkaran dengan memaki Hajjaj, atau mengeluarkan kata-kata yang tidak baik kepada Hajjaj, atau memprovokasi massa untuk melakukan revolusi menggulingkan Hajjaj, bukan itu yang mereka pahami dari Makna 'Nahi Mungkar' tersebut.

Seperti Sahabat Abdullah bin Umar ra dan para sahabat-sahabat yang lain berpendirian demikian, mereka tidak ada satupun yang mendukung Hajjaj atas kedzholiman dan kemungkaran yang dia lakukan dan mereka juga tidak mencaci maki Hajjaj.


- Kutipan Ceramah Habib Umar bin Hafidz Dalam Acara Jalsatuddu'ah pertama di Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara, Ahad Malam Senin, 15 Oktober 2017

Ceramah Lengkap Disini
Advertisement

Advertisement