Sabtu, 14 Oktober 2017

Habib Luthfi: Melalui Pesantren Muncul Para Santri yang Bangkit Melawan Kebodohan dan Penjajah

MusliModerat.net -  Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya mengatakan bahwa setiap mengadakan kegiatan atau event pihaknya senantiasa mendahulukan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan teks Pancasila agar masyarakat tergugah lagi rasa nasionalime.
“Dan ikut handerbeni dan rasa memiliki sehingga melahirkan rasa syukur kita kepada Allah SWT dan para pendahulu kita,” tutur Habib Luthfi dalam acara Dialog Kebangsaan “Memperkokoh Wawasan Kebangsaan Demi Tetap Tegaknya NKRI” Bersama Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, di Pendopo Kabupaten Ponorogo Kamis (12/10/2017).


Menurut Habib Luthfi, lagu kebangsaan “Indonesia Raya” mengandung ikrar bagi rakyat Indonesia untuk berjanji dan bangga menjadi rakyat Indonesia untuk menuntun rasa Nasionalisme kita untuk mempertahankan NKRI walaupun kita berada dimanapun akan tetap menjunjung tanah air dan bertumpah darah Indonesia.

“Sebagai rakyat yang cinta tanah air dan tumpah darah Indonesia jangan sampai kita luntur sedikitpun rasa nasionalisme kita dalam menjaga NKRI,” ungkapnya dalam acara yang diselenggarakan Pemkab Ponorogo yang dihadiri 500 orang.

Hampir selama 350 tahun, lanjut Habib Luthfi, bangsa Indonesia dijajah. Waktu itu, Indonesia memang sudah dipecah-belah atau diadudomba supaya rakyat Indonesia tetap bodoh. Namun pada saat itu para ulama dan rakyat berani bangkit untuk merubah rakyat yang terpecah dan bodoh supaya dapat berkembang dan berpendidikan.
“Melalui pendidikan-pendidikan pesantren sehingga muncul para santri-santri yang memiliki rasa nasionalisme sehingga tidak mudah di pecah dan mau bangkit demi melawan kebodohan demi kemerdekaan RI yang terus berkembang sampai saat ini,” paparnya.

Habib Luthfi menambahkan, sejarah bangsa Indonesia harus diingat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Namun, lanjutnya, saat ini banyak generasi muda yang sudah melupakan sejarah. Padahal sejak dulu Indonesia sudah maju dengan bukti banyaknya peninggalan-peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih ada dan terbukti dapat menarik wisatawan asing datang ke Indonesia.

“Karena itu merupakan salah satu jati diri negara bangsa Indonesia yang sampai saat ini harus dipertahankan,” harapnya.

Kemerdekaan bangsa Indonesia, sambung Habib, bukan merupakan hadiah dari negara lain. “Kemerdekaan bangsa Indonesia diraih melaui tetesan keringat, airmata dan darah dari para pejuang dan para ulama serta rakyat Indonesia yang bersatu berjuang mengusir penjajah dari Indonesia. Oleh karena itu semua unsur kekuatan diantaranya TNI, Polri, Ulama/Umarok dan Masyarakat bersatu NKRI akan tetap jaya dan kuat selamanya,” pungkasnya.

Hadir dalam cara itu, antara lain adalah Danlanud Iswahjudi Madiun Marsma TNI Pnb Samsul Rizal, M.Tr (Han), Danrem 081/Dsj Kolonel Inf R. Sidharta Wisnu Graha, Bupati Ponorogo H. Ipong Muchlissoni, Wakil Ketua DPRD Ponorogo Anik Suharto, Dandim 0802/Ponorogo Letkol Inf Slamet Sarjianto, Wakapolres Kompol Suharsono, Kajari Ponorogo Suwandi, Ketua Pengadilan Negeri Ponorogo Henny Trimira Handayani, Sekda dan OPD Pemda Kab. Ponorogo dan lain-lain.[nusantaranews.co]
Advertisement

Advertisement