Sabtu, 28 Oktober 2017

Gus Sholah: Niat Mendirikan Khilafah di Indonesia itu Salah Dalam Pandangan Islam

MusliModerat.net - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Sholahuddin Wahid atau Gus Sholah mengatakan, bahwa sistem Khilafah Islamiyyah bisa berdiri di Indonesia jika mempunyai kekuatan besar. Hal ini, menurut Gus Sholah, juga pernah disampaikan dalam diskusi buku berjudul 'HTI, Gagal Paham Khilafah' yang ditulis oleh Makmun Rasyid.

"Anda (HTI) hanya bisa bikin Khilafah Islamiyyah di Indonesia kalau ada kekuatan besar dari luar negeri, besar militer, besar politik, besar ekonomi, besar ilmu pengetahuannya, mendukung Anda. Ada nggak negara yang seperti itu?," ujarnya saat menjadi pembicara dalam Halaqah Nasional Ulama Pesantren dan Cendikiawan, Gerakan Dakwah Aswaja Bela di Pondok Pesantren Al Hikam, Beji, Depok, Kamis (26/10).


Menurut Gus Sholah, negara besar yang barangkali mempunyai kekuatan besar seperti itu hanya tiga, yaitu Amerika, Cina sama Eropa. Namun, lanjut dia, seaindainya pun kekuatan besar tersebut mendukung HTI, aparat dan Ormas di Indonesia tentu juga tak akan diam.

"Tapi kalau pun Anda (HTI) dibantu dari luar apa yang terjadi? Apakah TNI diam, apakah Polri diam, apakah NU diam, apakah Muhammadiyah diam, apakah lainnya diam? tidak," ucapnya.

Justru jika itu yang terjadi, maka akan terjadi perang saudara sesama muslim dan sesama rakyat Indonesia. Karena itu, menurut Gus Sholah, dalam pandangan Islam saja niat mendirikan khilafah di Indonesia itu sudah salah.

"Sekarang saya tanya. Menurut pandangan Islam, mengharapkan potensi yang belum tentu itu (khilafah) dibandingkan dengan menolak yang pasti terjadi (perang saudara), mana lebih utama?," tanya Gus Sholah.

"Menurut saya lebih baik menolak bencana (perang saudara). Jadi menurut pandangan Islam pun Anda (HTI) tidak betul gitu loh. Tapi kalau Anda mau ngomong-ngomong ya silakan saja. Ngomong-ngomong aja kok dilarang gitu kan (oleh pemerintah). Cuma kalau gak bisa dikerjakan (khilafah), ngapain diomongkan. Itu tidak cerdas menurut saya," tuturnya.[republika.co.id]

Advertisement

Advertisement