Senin, 23 Oktober 2017

Gus Mus: Tantangan Menjadi Santri Saat Ini Jauh Lebih Makin Berat

MusliModerat.net - Ulama terkemuka, KH Ahmad Mustofa Bisri, menegaskan tantangan menjadi santri saat ini jauh lebih besar ketimbang santri di era sebelumnya. Berbagai gempuran kepada santri saat ini akan terus dirasakan, terlebih saat ini juga telah muncul era dunia maya.

Dia menyebutkan, perlakuan antara kiai dengan santri pun saat ini juga telah berbeda. Jika sebelumnya kalangan santri masih sering ditunggui oleh kiainya, saat ini telah digantikan dengan kiai muda yang memiliki segudang kesibukan.

"Setiap zaman itu tantangannya lebih berat. Santri dulu masih banyak ditunggui kiai-kiai. Tambah lama, kiai-kiai sepuh digantikan dengan kiai-kiai enom (muda). Lama-lama kiai enom diganti ustadz enom. Jadi tantangannya lebih banyak," jelasnya saat ditemui, Minggu (22/10/17).
Lebih lanjut Gus Mus, demikian pengasuh Ponpes Raudlatuth Thalibien Rembang ini biasa disapa, berharap para santri ikut memahami dunia sosial. Menurutnya, perkembangan media sosial saat ini berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial bermasyarakat, tak terkecuali di kalangan santri.


"Media sosial di mana orang bisa bersembunyi, untuk berteriak lalu tidak kelihatan wajahnya. Akunnya gambar lain, jadi tidak karuan siapa yang ngomong. Itu tantangan untuk santri, bagaimana dia menyikapi itu semua," tuturnya.

Menurutnya, santri dapat dibagi menjadi beberapa golongan. Mulai dari santri yang masih aktif mondok, santri yang telah lulus, dan santri yang telah berbaur dengan masyarakat. Menurutnya, semua punya peran penting untuk menjaga kesatuan NKRI.

"Kalau santri yang masih di pondok ya perjuangannya ngaji itu, supaya nanti saat dia terjun di masyarakat dia punya bekal untuk berjuang. Sedangkan yang sudah di masyarakat itu juga macem-macem. Tinggal dia mau bergerak di mana,asal masing-masing itu tetap ingat bahwa mereka itu bagian dari bangsa Indonesia," tandasnya. 
(mbr/mbr/detikcom)
Advertisement

Advertisement