Kamis, 12 Oktober 2017

Dituduh PKI, Presiden Jokowi: Masya Allah, kok Masih ada yang Percaya !

MusliModerat.net - Presiden Joko Widodo dalam sebuah acara silaturahmi di Pondok Pesantren Al Karimiyyah, Madura, Minggu, 8 Oktober 2017, mencurahkan isi hati alias curhat di hadapan para santri dan ulama. Jokowi mengungkapkan banyaknya fitnah yang bertebaran di media sosial.

"Saya minta kepada kita semuanya untuk mengingatkan, entah temannya, entah tetangganya, entah tetangga lain kampung, kalau ada isu-isu terutama di media sosial itu jangan langsung dimakan mentah-mentah," kata Jokowi dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter, @MurtadhaOne, dikutip VIVA.co.id, Rabu, 11 Oktober 2017.

Jokowi mengingatkan media sosial sekarang ini sudah menjadi gudangnya isu, fitnah, dan kabar bohong. Oleh karena itu harus disaring dahulu.
"Jangan baca langsung emosi, langsung marah. Ada tulisan yang tidak jelas siapa yang membuat karena akun-akun palsu itu sekarang banyak sekali. Hati-hati kita mencerna," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo itu lalu mengungkap rentetan fitnah yang mengarah padanya. Dari antek asing, aseng, sampai kemudian PKI.
"Saya itu sejak awal sudah di...(fitnah). Itu Presiden Jokowi antek asing, gitu. Wah saya jawab, gak jadi, antek aseng. Saya jawab lagi, ganti Presiden Jokowi diktator. Wajah kayak gini diktator gimana. Ada nggak ini wajah diktator? Terakhir Presiden Jokowi itu PKI, waduh masya Allah," kata dia.

Dia juga menyinggung saat dirinya dikait-kaitkan dengan Ketua Comite Central PKI, Dipa Nusantara Aidit. Jokowi mengaku tidak habis pikir.

"Saya itu di medsos coba lihat, dijejerkan. DN Aidit pidato, saya didekatnya. Itu tahun 55. Saya lahir aja belum, lahir saya 61, itu pidato tahun 55. Logikanya nggak masuk. PKI dibubarkan tahun 65, saya masih balita. Baru umur 3 tahun, 3-4 tahun. Namanya fitnah seperti itu. Tapi yang saya heran kok ada yang percaya. Saya nggak mengerti juga, logikanya nggak masuk. PKI dibubarkan saya masih balita," tutur Jokowi.
Advertisement

Advertisement