Senin, 30 Oktober 2017

Di Hadapan Santri Sukorejo, Menristekdikti Unjuk Kebolehan Baca Kitab Kuning

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, Ph.D, Ak. berkunjung ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Minggu (29/10/2017). Didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Saifullah Yusuf, Menristekdikti disambut langsung oleh Pengasuh Pesantren, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy di kediamannya bersama jajaran Pimpinan Perguruan Tinggi Ibrahimy Sukorejo Situbondo.
Dalama kesempatan itu, M. Nasir didaulat untuk memberikan kuliah umum pada acara Studium General dengan tema “Peran dan Strategi Perguruan Tinggi Pesantren Menghadapi Era MEA: Peluang dan Tantangan” di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo.

​Di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari pimpinan perguruan tinggi, dosen dan mahasiswa, Menteri Kabinet Kerja itu berpesan tentang pentingnya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi bagi santri, sebagai bekal menghadapi kehidupan di era digital.  

“Kipas Angin Bagian dari tekhnologi yang membutuhkan aliran listrik, tanpa keduanya maka kita tak bisa berlama-lama berada di ruangan Auditorium ini”, Jelasnya memberikan contoh.
Tidak hanya itu, Menteri yang pernah mengenyam pendidikan pesantren itu menunjukkan kemampuannya dalam membaca kitab kuning. Bahkan ia mengajak mahasiswa/santri untuk melantunkan nadhom Alfiyah Ibnu Malik.  
“Meskipun saat ini saya menjabat Menteri tapi tetap semangat dalam mengaji.  Di sinilah pentingnya santri menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi tapi tetap tidak lupa mengaji”, ungkapnya disambut tepuk tangan peserta kuliah umum. 

Menristekdiktik disambut langsung oleh Pengasuh, KHR Ahmad Azaim Ibrahimy
Selain itu, Ia mendorong agar IAI Ibrahimy bersegera menjadi Universitas, karena dengan universitas maka IAI Ibrahimy dapat menyelenggarakan  classroom lesson yang lebih luas tidak hanya pertemuan di ruang kelas. Dengan fasilitas yang ada maka memungkinkan untuk kuliah dengan memanfaatkan tekhnologi yang memadai.
Nasir bahkan menargetkan enam bulan ke depan, IAII, Akademi Informatika dan Komputer (AMIKI), Akademi Perikanan (Aperik) dan Akademi Kebidanan (AKBID) Ibrahimy sudah harus segera melebur menjadi Universitas. 

Usai memberikan kuliah umum, dihadapan wartawan, Menristekdikti berjanji akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa berprestasi di IAII Sukorejo, Situbondo.
“Seperti yang digagas oleh Pengasuh Ponpes Sukorejo, yakni KHR Ahmad Azaim Ibrahimy terkait penggabungan satu universitas, Kemenristekdikti akan membantu berikan beasiswa kepada mahasiswa,” janjinya. 
Sementara itu ,  KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy dalam sambutannya, selain menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kedatangan Menristikdikti di pesantren yang diasuhnya, Kiai muda karismatik itu juga mengungkap fakta sejarah bahwa Universitas Islam sebenarnya telah diamanahkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Dan  pesantren adalah universitas sebelum adanya universitas-unversitas lainnya. (Hans/laporan Koresponden Chorie Al-Rhandy)
Advertisement

Advertisement