Senin, 30 Oktober 2017

Benarkah NU Benar-benar Pecah?

MusliModerat.net - Membicarakan NU itu berarti membicarakan masyarakat umum. Begitu kalimat yang dilontarkan Gus Syaifullah Amin, direktur Aswaja TV kepada saya dalam sebuah kesempatan.
Semula penjelasan itu terdengar aneh bagi saya. Namun setelah membandingkan dua fakta; di dunia nyata dan dunia maya, saya baru bisa memahami apa yang diutarakan Gus Amin tadi.

Melihat NU memang unik dan rumit. Karena kerumitannya, Syaikhul Nahdliyyin, Kyai Ahmad Baso tampaknya lebih suka melihat NU dalam perspektif historical puzzle. NU adalah kepingan-kepingan sejarah Islam yang tersebar di Nusantara. Sebagai sebuah organisasi, dengan kondisi seperti itu, melihat NU jelas bukan perkara yang mudah.

Tidak mudahnya melihat NU itu dibuktikan dengan sulitnya membuat peta konflik yang terjadi di NU. Mereka yang dari luar NU, pasti menganggap bahwa NU terancam pecah oleh konflik yang berkembang di antara Nahdliyyin.

Analisis politik pun dibuat sedemikian rupa untuk memastikan bahwa NU "pecah". Tapi, jika diperhatikan dari dekat ternyata konflik itu hanya berkembang di area wacana. Benturan pemikiran yang terjadi di NU seringkali selesai dengan cangkrukan dan ngopi bersama.

Banyak yang tidak memahami bahwa NU itu bukan cuma di PB(PBNU). Maka dari itu, ada orang yang lebih NU justru setelah tidak lagi menjadi pengurus NU.

Dishare dari Kiai Abdi Kurnia Djohan
Advertisement

Advertisement