Kamis, 12 Oktober 2017

Azyumardi Azra: Perppu Ormas Sebenarnya Telat, Harusnya Dikeluarkan Presiden Sebelumnya

MusliModerat.net - Cendekiawan Azyumardi Azra mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam membasmi radikalisme. Terlebih, radikalisme di Indonesia sudah ada sejak masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia ke-2 Soeharto.

Namun, dulu mereka tidak mendapat kesempatan untuk unjuk gigi. Setelah sistem demokrasi ditegakkan, kelompok radikalisme menggunakan kesempatan tersebut dalam mengekspresikan kegiatannya.

"Mereka selama bertahun-tahun, kita bersyukur pemerintah sekarang mengambil tindakan tegas," ucap Azyumardi di kantor LIPI, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2017).
Meskipun terlambat, dia tetap apresiasi tindakan pemerintah, terutama dalam melahirkan Perppu Ormas. Dia menilai perppu itu dapat mempertegas aturan kelompok anti-Pancasila, NKRI, dan memperlemah kebinekaan.

"Meskipun itu sudah terlambat seharusnya dikeluarkan oleh presiden yang sebelumnya. Tapi saya kira terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali," ujar Azyumardi.
Menurut dia, dari berbagai negara yang dikunjunginya, Indonesia adalah negara dengan kekayaan beragam. Mulai dari kesenian, adat istiadat, hingga bahasa di setiap suku. Sehingga diperlukan suatu pengukuhan terus-menerus di lingkungan masyarakat luas. Terlebih, tidak semua masyarakat mempunyai pandangan yang sama.

"Sehingga kita sama-sama mencoba mengatasi itu dengan memberikan pengembangan paham keagamaan yang toleran dan saling menghargai," kata Azyumardi.
Dia menambahkan, suatu kelembagaan agama juga memiliki peran penting dalam melindungi dan memperkuat masyarakat.[liputan6.com]
Advertisement

Advertisement