Jumat, 29 September 2017

Ulama Se-Bogor Sepakat Makmurkan Masjid daripada Ikut Aksi Demo 299 di Jakarta

MusliModerat.net -  Ketua MUI Bogor KH Ahmad Mukri mengimbau kepada masyarakat Bogor untuk tidak ikut aksi 299 di Jakarta. Masyarakat lebih disarankan untuk menggelar doa bersama di wilayah masing-masing.

"Kegiatan 299, kita harus sepakat bahwa seluruh ulama serta organisasi islam yang ada di Bogor sepakat untuk tidak perlu berangkat ke sana, karena kita lebih optimalkan mesjid kita yang ada," ujar Ahmad Mukri melalui keterangan tertulis yang disampaikan Kasat Lantas Bogor AKP Hasby kepada detikcom, Kamis (28/9/2017).
Ulama Se-Bogor Sepakat Tak Ikut Aksi 299 di JakartaFoto: Ulama Se-Bogor Sepakat Tak Ikut Aksi 299 di Jakarta (ist)
Ulama di Bogor memilih lebih memakmurkan masjid. "Masjid kita ini tentu punya kualitas , imam dan khotibnya berkualitas serta dengan doa dan istighosah untuk bangsa ini agar semakin menyatu , semakin bertoleransi , semakin paham jati dirinya menjadi bangsa yang tampil di dunia internasional dan diperhitungkan," tuturnya.

Tokoh-tokoh agama dan masyarakat bersama polisi bertemu di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, juga dihadiri Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto serta Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.

"Dari kesepakatan tokoh-tokoh organisasi islam di dalam ruangan tadi, dan sebelumnya kita sudah sepakat tidak ada yang berangkat. Seperti dari NU, Muhammdiyah, PUI serta organisasi islam lainnya sepakat tidak berangkat," ungkapnya.

Mukri juga memastikan tidak ada jamaah yang berangkat sendiri-sendiri karena harus sepengetahuan pimpinannya. "Karena pimpinan sudah menganggap isu-isu yang diangkat itu sudah selesai," imbuhnya.

Sementara Kapolda Jawa Barat telah berkeliling ke seluruh Polres di Jawa Barat untuk memastikan situasi terkait aksi 299 besok di Jakarta. Irjen Agung juga telah menemui sejumlah ulama di beberapa tempat lainnya.

"Banyak ulama-ulama kita yang menyampaikan agar lebih baik berdoa dengan cara yang baik, ditempat yang baik," ujar Agung.

Agung mengatakan, pihaknya tidak melarang massa untuk berangkat ke Jakarta. Tetapi ia tetap mengimbau agar warga Jawa Barat tidak berangkat ke Jakarta dengan pertimbangan waktu dan ekonomi.

"Yang kedua dari aspek ekonomi jika ke Jakarta akan menghabiskan waktu dan biaya, namun dari kepolisian tidak melarang. Massa yang berangkat ke Jawa Barat tidak lebih dari 200. Kami tidak melarang dan silahkan berangkat," tutupnya. 
(mei/rvk/detikcom)
Advertisement

Advertisement